Bab 2 - Roh Dari Angkasa | YuukiNovel

Bab 2 - Roh Dari Angkasa

Bab 2 - Roh Dari Angkasa

Senin, 9 Januari.

Hingga kemarin, SMA Raizen adalah gedung yang tenang, hanya saja sebagian besar siswa memberi kabar untuk pergi beriringan ke sekolah pada hari berikutnya. Saat mereka melewati gerbang dengan napas yang berkabut, masing-masing dari mereka menuju ke arah ruang kelas masing-masing dan saling berbagi kebahagian dengan sesama teman sekelas mereka. Meskipun apa yang mereka bicarakan pada dasarnya berbeda-beda, yang paling umum adalah seperti  "Happy New Year" dan "Lama tak bertemu" dan seterusnya, dengan konvensi yang sedemikian rupa.

Liburan musim dingin telah berakhir dan hari ini adalah upacara pembukaan sekolah.
Mulai hari ini dan seterusnya, SMA Raizen akan menyambut semester ketiga. ( note: di
Jepang, tahun sekolah dibagi menjadi tiga istilah, April-Juli (pertama), September-Desember (Kedua), dan Januari-Februari (ketiga).)

"Un ..." 

Shidou, yang datang ke sekolah bersama dengan Tohka, mengangkat bahu untuk membetulkan seragam sekolahnya. Caranya mengenakannya terasa agak kuno meskipun masih beberapa minggu lalu sejak terakhir kali ia mengenakannya.

Tapi tak ada yang bisa ia lakukan tentang hal itu. Dengan permulaan setiap tahun, sebagian besar daftar kegiatan menyegarkan isinya, apalagi berbagai kejadian berlangsung
selama liburan musim dingin.

Suara seorang anak laki-laki yang familiar terdengar memanggil namanya dari sebelah kanan, saat Shidou meregangkan tubuhnya sambil merenungkan dilema ini,

"Hei lama tidak bertemu, Itsuka." 

Dari arah suara yang menyebut namanya, Shidou melihat anak laki-laki dengan gaya rambut spiky style menggunakan wax. Seorang - teman sekelasnya Tonomachi Hiroto. Untuk beberapa alasan Shidou merasa tidak melihatnya berdasarkan usia. Shidou secara emosional menghela napas dan mengulurkan tangannya.

"Ah, Tonomachi. Happy New Years."

"Kamu juga, katakan, apa yang telah kau lakukan?"

"Hm?" 

Pertanyaan itu menangkap Shidou yang sedang tanpa penjagaan. Tonomachi kemudian menunjuk dibelakangnya, Shidou memperhatikan tiga gadis yang diam-diam membisikkan sesuatu sambil sesekali melihat kearahnya.

Seorang gadis dengan seragam acak-acakan, seorang gadis yang menekankan ekspresi yang menonjol, dan gadis mungil yang mengenakan kacamata. Nama mereka dari kanan ke kiri adalah Ai, Mai, dan Mii. Mereka adalah trio yang cukup terkenal dari kelas 2-4.

Itu tidak sulit untuk menebak bahwa mereka bergosip tentang Shidou yang tak tahu malu. 

Memang, itu jelas mengenai masalah negatif. "Ah ......" 

Shidou berada dalam kerugian untuk apa yang harus ia lakukan. Dia hanya tidak mendapatkan mereka. Menurut rumor, ketika jalur spiritual tidak stabil bulan lalu, Shidou secara tidak sadar mengucapkan tumpukan kata-kata menyentuh yang berlebihan pada mereka bertiga. Tentu saja, Shidou tidak sedikitpun memiliki kenangan mengenai waktu itu. Tapi apakah ia ingat atau tidak, itu tidak penting bagi mereka. 

"Uh ... Aku tidak tahu." 

Terlepas dari bagaimana, tidak ada keperluan untuk menyebarkan tuduhan atas dirinya. 

Shidou mengatakan kalimat acuh tak acuh untuk mencoba melupakan hal itu. 

"Hmhm ~ yah, tidak penting. Bagaimanapun, aku hanya melihat Tama-chan di ruang guru- "
Tepat saat Tonomachi menyelesaikan separuh kalimatnya, bel yang menandakan dimulainya pelajaran berdering. 

"Aku akan pergi dulu." 

Dengan mengatakan hal itu, Tonomachi kembali ke tempat duduknya sendiri. 

"Hey, dimana Tama-sensei?" 

"Um yah, seharusnya dia segera kemari-Ada dimana dia." 

"....."

Shidou melambaikan tangannya sewaktu ia melihat Tonomachi kembali ke tempat duduknya, pikirannya penuh firasat kurang baik. Meskipun dia juga tidak ingat insiden apapun, Shidou dengan semangat mengajukan lamaran pada Tama-chan ketika jalur spiritualnya berfluktuasi. Pada dasarnya tindak lanjut mengenai segala sesuatu yang saling berkaitan dengan insiden tersebut seharusnya ditangani oleh analis Ratatoskr Murasame Reine, yang juga seorang guru wakil wali kelas Shidou. Saat ia terhanyut dalam pikiran yang tak menyenangkan, pintu kelas tiba-tiba terbuka, memperlihatkan wali kelasnya, Okamine Tamae, yang juga dikenal sebagai Tama-chan. Dan disekitar tubuhnya yang lembut, kemuraman yang tiada taranya sedang mendung. 

"Uoohh ..."

Sahut Shidou saat melihat kondisinya, begitu juga teman-teman sekelasnya. Semua siswa mulai bertanya-tanya bingung. 

"Muuu .. Shidou, apa yang terjadi dengan Tama-chan-sensei? Dia terlihat sangat sedih hari ini, "

Tanya Tohka yang berada di sampingnya. 

"Aah, uhh .. aku tidak tahu," 

Gumam Shidou. Seolah-olah dia tuli, Tama-chan dengan lamban menginjakkan kakinya ke dalam ruangan dan melangkah menuju ke platform, dengan buku absensi di tangan.



".... Semuanya, happy new years. Bagaimana liburanmu? Natal ditambah Malam Tahun Baru ditambah hari tahun baru ....-seharusnya kalian cukup senang, "

Sapanya. Meskipun ia tidak mengatakan sesuatu yang aneh, dia tidak melarang seluruh kelas untuk terkesiap. Tama-chan tersenyum dengan munafik, tanpa emosi apapun.

"Berapa umur kalian tahun ini? Karena setiap orang akan dipromosikan dari tahun keduamu ke tahun ketigamu di SMA, Kalian harusnya berusia sekitar 18 tahun. Bagi kalian yang lahir setelahnya harusnya berusia 17 tahun. Ulang tahunku jatuh pada bulan Maret, tebak akan menjadi berapa umur sensei ... "

Guru paling terkenal di SMA Raizen, Tama-chan berusia 29 tahun. Semua orang tahu
bahwa itu adalah sebuah fakta, tapi tidak ada yang berani untuk mengatakan hal tersebut. Melihat kesekeliling ruang kelasnya dia membuat senyum lelah seakan dia mencapai pencerahan.

"Aku ... akhirnya akan lulus dari akhir dua puluhan ke tiga puluhanku ... huhuhu .. hebat kan?"

Mungkin itu karena kasihan dengan nasibnya yang menyedihkan semua orang tetap diam. Ai dengan lembut memanggil nama Tama-chan. Cahaya berpendar di lensa kacamatanya, menyilaukan Ai dengan sinarnya.

"Diam. Mulai sekarang, siapa pun yang ingin berbicara denganku harus menambahkan 'Sir' sebelum dan sesudah kalimat! "

"S-sa .... ya Sir! "

Ai kewalahan menyesuaikan momentum Tama-chan dan dengan hormat mengikuti perintahnya.

( note: kata-kata 'Sir' diucapkan dalam bahasa Inggris juga oleh karakter, meskipun Tamae adalah seorang perempuan, dia secara eksplisit mengatakan Sir bukan sesuatu seperti Mam.)

"Sir, Tama-chan apa yang terjadi, Sir ?!" 

Ulang Ai, yang mana Tama-chan dengan kejam mulai ditertawakan.

"Tidak ada, tidak ada yang terjadi. Semuanya baik-baik saja, kecuali untuk beberapa berita yang layak untuk dirayakan.

Temanku dari sekolah dasar Airi-chan akan menikah bulan depan. Huhuhu, benar-benar
kabar baik. Karena Airi-chan orang yang baik, suaminya pastinya seorang yang baik juga. Kita selalu bersama-sama di setiap perayaan ulang tahun dan merayakan Natal bersama setiap tahun, dan bahkan bertukar cokelat setiap Hari Valentine. Ketika kami minum-minum sampai kami mabuk, dia biasanya menggendongku dan berkata, 'Ugaahh ~

kalau aku masih single saat aku mencapai tiga puluh, menikahlah denganku Tama-chan!' dan sebagainya. Sepertinya suami masa depannya adalah seorang dokter yang usianya lebih muda darinya beberapa tahun. Hingga tahun lalu ' Semua laki-laki itu bajingan ' adalah reuni bagi kami perempuan, Kaki Airi-chan terkilir saat mabuk dan jatuh cinta pada pandangan pertama dengan seorang dokter yang merawatnya, hubungan mereka berkembang pesat. Meskipun aku berada di tempat kejadian waktu itu, Aku mabuk dan tertidur di klinik, menjadi pihak ketiga. Siapapun akan berpikir dalam waktu yang begitu singkat, teman terbaikku yang selalu bersama-sama selama bertahun-tahun jatuh ke
dalam sungai cinta tepat di ruang sebelah? Hidup ini begitu tak terduga, bagaimanapun aku berharap segala sesuatunya adalah mimpi. 

Pada kenyataannya aku juga berpikir kalau saja seorang gadis cantik seperti Airi-chan bahkan tidak mendapatkan perhatian, laki-laki yang melihatnya pasti buta. Airi-chan benar-benar seorang wanita yang luar biasa. Cantik, elegan, dia praktis seperti seorang model. 

Karena dia masih jones, aku merasa hal itu masih tidak penting. Akan tetapi Airi-chan terpikat pada seorang pria di belakangku. Sebenarnya aku mulai menyadarinya saat dia mulai jarang datang ke reuni kami tahun lalu. Airi-chan sungguh jahat. Bagaimana bisa
dia mengkhianatiku seperti ini dengan menikah? Semua kebohongan 'itu sangat memalukan' dan seperti ... mereka adalah cara untuk membangkitkan nafsu laki-laki. Aku perlu berhati-hati mempelajari keterampilan ini juga. "

Tama-chan mengoceh dengan monoton sambil menyandarkan bagian atas tubuhnya di podium.

"Hu..huhu ... dan satu lagi teman sekelasku yang menikah .. Sungguh keji! Jahat! Semua temanku sudah memiliki pasangan... "

( note: ya, dia berbicara selama itu.)

Tama-chan mulai tertawa terbahak-bahak * he.he.he * mengejek seolah-olah dia dirasuki oleh beberapa kesatuan.

"Semuanya ... semuanya meninggalkan aku ... katakan padaku .. Berapa banyak lagi perayaan pernikahan yang perlu kuhadiri ...? "

"S-Sir, itu uhh .., Sir!"

"Tunggu aku semuanya ... Aku akan bergabung segera .. ha..haha .. Aku tidak sanggup .. Mengapa Tuhan juga meninggalkanku ... "

Seolah-olah ada sesuatu yang akhirnya retak di dalam dirinya, Tama-chan memelototi
siswa yang tampak shock.

Setelah beberapa saat dalam keheningan, dia membuka buku absensi.

"... Baiklah, mulai absen."

Tama-chan mendekati Ai, Mai, dan Mii dengan acuh tak acuh, seketika trio itu menggelengkan kepalanya dengan menaruh perhatian.

"T-t-t-tidak!"

"Sir, kau terlihat bermasalah, Sir!"

"Sir, beristirahatlah, Sir!"

"Apa? Aku baik-baik saja, "

Tama-chan tersenyum dengan bentuk yang sempurna. 

"Tapi kalau iblis segera muncul dihadapanku sebelumnya dan menawarkankanku sebuah keinginan dengan pertukarannya adalah hidupku, aku mungkin akan berkeinginan sebuah meteor menimpa Jepang bulan depan. "

"Itulah mengapa sesuatu yang seperti itu ...!"

"Bukankah itu bagaimana murid sekolah dasar akan berpikir sebelum sekolah dimulai ?!"
"Huhuhu .. aku tidak mengatakan itu sebagai lelucon? Hee .. hee .. meteorit ... lepaskan tali yang mengikatmu .. "

Dengan kapur ditangannya, Tama-chan berpura-pura menjadi seorang gadis penyihir yang mengayunkan tongkat sihirnya dan melemparkan potongan kalsium karbonat keluar jendela dengan * haa! * seakan menembakkan kekuatan sihir.

-dan Kemudian, sesaat setelah itu.

Suara ledakan yang hebat terdengar dari lapangan olahraga dan bergema di seluruh kelas, gelombang kejut menghancurkan kaca jendela dan meniup tirai. Para siswa menjerit dengan serentak dan bersembunyi di bawah meja.

"Uaaahh!"

"Hyaaaaa!"

"A-apa .. yang terjadi ?!"

Dengan satu tangan menutupi telinganya yang beresonansi, Shidou dengan hati-hati membersihkan pecahan kaca dari seragamnya dan berdiri di atas kursi untuk mengintip keluar.

"-Shidou, Lihat itu," 

Jari Origami menunjuk ke arah luar untuk menegaskan situasi. Shidou berjalan
ke arah jendela, menginjak fragmen yang pecah. Gemetar dengan keragu-raguan, ia dengan hati-hati menatap kebawah.

Shidou memperhatikan lapangan olahraga sekarang telah musnah, bersama dengan jalanan yang berada didekatnya dan daerah disekitarnya, seolah-olah seluruh wilayah telah hancur oleh spacequake. Meski begitu, tidak ada sirene peringatan sehingga ia dapat mencari penyebabnya dengan intensif-.

".... Eh?"

Shidou secara kabur dapat mengidentifikasi ada bongkahan berwarna hitam yang berada di pusat kehancuran.

Dari lokasinya saat ini, ia tidak bisa membedakan apa-apa dengan jelas tapi itu tampaknya itu adalah semacam benda penghancur kelas ultimate atau batu besar. Dengan kata lain, bisa ditarik kesimpulan kalau itu adalah kawah raksasa dan gelombang kejut yang sebelumnya disebabkan dari ' Benda itu ' ketika bertabrakan dengan permukaan. Karena
dorongan kekuatan yang begitu besar, pastinya benda itu jatuh dari tempat yang tinggi.
Para siswa lainnya harusnya sudah mengetahui sesuatu yang serupa. Tonomachi dengan santai menatap langit, dan berkata, 

"M-meteor ..?"

"Haauu .." 

Kulit Tama-chan kembali dalam keadaan pucat yang mengerikan.

"Uwaaahh ~ Tama-chan benar-benar memanggil meteor!!!"

"Dia tanpa perhitungan berkontrak dengan iblis ?!"

"Tama-chan! Jangan mati bersama dengan kami !!! "

Semua orang berlari ke arahnya meskipun dengan panampilannya yang angkuh.

Sementara itu, ponsel Shidou berdering di sakunya, panggilan masuk dari 'Itsuka Kotori'.

Meskipun itu bertentangan dengan aturan untuk berbicara di telepon selama pelajaran berlangsung, hal-hal seperti ini adalah pengecualian. Shidou menuju sudut yang lebih tenang dan menekan ponselnya untuk menerima panggilan.

"Shidou! Apa kamu baik-baik saja ?! "

Teriak Kotori dari tempat lain.

"A-ah dengarkan aku Kotori, Tama-chan menandatangani kontrak dengan iblis dan memanggil ..."

"Haa? Apa kamu sudah gila? Pokoknya ajak Tohka dan yang lainnya ke ruang komandan! Cepat!"

"I-itu berarti ..." 

Shidou tercengang.

"Ya, Spirits baru telah muncul."

Setelah perjalanan di bus selama sekitar 10 menit, Shidou, bersama dengan Tohka, Origami, Reine dan Yamai bersaudari dari kelas sebelahnya, tiba di fasilitas bawah tanah milik Ratatoskr.

Ratatoskr awalnya menggunakan kapal udara yang mengambang di angkasa bernama Fraxinus sebagai kantor pusat; akan tetapi, Fraxinus mengalami kerusakan parah dalam pertempuran antar kapal perang sebelumnya dan sedang dalam perbaikan. Oleh karena itu,
Shidou dan yang lainnya menggunakan fasilitas bawah tanah terdekat sebagai basis dadakan.

Dalam security check, Shidou dan Tohka berpisah bersama dengan yang lain dan menuju ke ruang komando. Terlepas dari kenyataan bahwa mereka secara khusus diperintahkan untuk menunggu di ruangan lain yang menyebabkan Tohka merasa tidak puas, Shidou harus mendiskusikan strategi segera setelah Spirit baru muncul. Hal terbaik adalah untuk tidak membiarkan Spirits lain mengetahui skenario. Saat Shidou melangkah ke dalam ruang komando, ia merasakan perasaan gugup yang rumit.  Semua Kru Fraxinus berkumpul di depan monitor konsol otomatis masing-masing dalam ruangan, segera melaksanakan tugas mereka.

"Kamu di sini,"

Kata Kotori sambil duduk di kursi komandan di pusat ruang komando.

( note: ini bukan ruang komando di kapal perang dalam kenyataannya, tetapi mengatakan demikian dalam bahasa aslinya dalam teks, susunan kata mungkin rusak.)

Melihat Shidou yang berada di sampingnya, Kotori mengganti pita nya, tentu saja pitanya menjadi berwarna hitam. Dia mengenakan seragam militer dengan garis-garis merah di bahunya.

"Maaf telah membuat kalian menunggu."

Reine, datang ke sini bersama dengan Shidou, Melepas jas putihnya dan duduk di kursi kosong. Kotori kembali pada Shidou,

"Tidak, kamu telah melakukan dengan baik."

"Baiklah, situasinya seperti ini."

"Ah ... bagaimana itu bisa terjadi? Kamu mengatakan kalau meteorit itu disebabkan oleh Spirit, tetapi Peringatan spacequake tidak berdering. Apa itu kemunculan sesuatu yang aneh? Tapi itu dengan serta merta langsung menyerang sekolah ... bisa saja itu menargetkan Tohka dan yang lainnya? "

"-U-Un .." 

Menghadapi pertanyaan dari Shidou, Kotori membuat ekspresi gelisah dan meletakkan tangannya di dagu. 

"Apa sebenarnya yang terjadi di dunia ini? Sejujurnya, bahkan aku tidak punya gambaran sedikit pun. "

"A-apa artinya?"

"Hmm ... Tampilkan data terbaru pada monitor." 

Para kru mulai mengoperasikan konsol mereka.

Kemudian pada layar besar di depan mereka, peta dunia diproyeksikan. titik merah tersebar di setiap benua, pulau dan laut.

"Ini adalah….?"

"Aye, sebuah objek tak dikenal muncul di gedung sekolahmu kan? fenomena yang identik
terjadi di setiap lokasi ditandai pada peta secara bersamaan. "

"Apa ..?" 

Shidou tidak bisa berbuat apa-apa selain mengerutkan alisnya dan menatap lekat-lekat kartogram itu.

"Semua tempat-tempat ini ... pada saat yang sama?"

Sesaat hal itu sulit  dipercaya, bahwa benda itu jatuh ke 42 lokasi berbeda di seluruh
dunia secara bersamaan, termasuk berbagai basis Anti-Spirit dan berbagai cabang industri DEM  di berbagai negara. Oleh karena itu, kemungkinan mengenai hal tersebut, sebagai respon mengenai gelombang spirit maupun kekuatan sihir yang telah terdeteksi, itu adalah operasi sniper yang bertujuan melakukan eksekusi pada tempat-tempat yang tidak bisa dilenyapkan.

"T-tunggu sebentar. Bahkan Amerika Selatan diserang! Tapi bukankah itu di sisi lain dari
dunia?! Apakah lokasi tersebut diserang oleh duplikat Spirit seperti Yamai Bersaudari? "
"Bu-bukan, tampaknya itu bukanlah kasusnya. Spirit tanpa keraguan adalah satu kesatuan. juga lebih tepatnya,  proyektil yang dilepaskan bukan benar-benar meteorit, "

Jawab Kotori dengan menggoyangkan kepalanya.

Shidou terlihat bingung setelah mendengar apa yang dikatakan Kotori.

Kotori mungkin tahu bahwa kata-katanya tidak benar-benar jelas. Kotori menjetikkan double lollipop yang berada di mulutnya, kemudian mengeluarkan perintah pada kru.

"Melihat sekali lebih baik daripada mendengar seratus kali. mainkan video. "

"Roger!" 

Seru salah satu anggota kru, 'Boss' Mikimoto, sambil mengoperasikan konsolnya.

Layar yang sebelumnya menampilkan peta dunia kini mulai memutar video.

"-"

Menonton adegan yang melampaui realitas dan fantasi, Shidou berhenti bernapas
untuk sepersekian detik.

Pada layar terlihat material hitam dengan kegelapan yang misterius. Dan dalam kegelapan tanpa cahaya terlihat bintik kecil yang berkedip-kedip tak terhitung jumlahnya. Shidou pertama kali menarik kesimpulan bahwa itu adalah langit malam, tapi dengan cepat menepis pemikiran karena ia melihat sesuatu yang tidak beres.

Ada sebuah bola yang secara sistematis berotasi di bagian bawah layar. Sebuah pusaran putih dan biru sejauh mata memandang. Memang, itu adalah planet dimana Shidou dan yang lainnya tinggal, Bumi.

"Alam semesta…."

Itu adalah metafora harfiah dari pemisahan sempurna dari langit dan bumi.

Dan di tengah layar, tampak seorang gadis muda melayang kesana-kemari.

Terlebih lagi, rambut panjangnya yang indah terus memancarkan pendar megah meskipun
dalam kegelapan lubang hitam-seperti kegelapan yang dibayangi segala sesuatu yang lain. Keindahan rambut emasnya tak tertandingi yang akan membuat orang mengenalinya sebagai gadis dalam dongeng Rapunzel, melayang santai dalam dunia yang gelap. Astral Dressnya dihiasi dengan pola berbagai rasi bintang dan tangannya memegang tongkat  yang agak panjang.


"Gadis ini ....?"

"Ya-kami baru saja mengkonfirmasi Spirit ini. Kami belum memutuskan codename tetap. Tapi, untuk kenyamanan, sementara kami akan memanggilnya <Zodiac>. "

( note: terjemahan yang benar untuk codename adalah 'dua belas rasi bintang pada ekliptika Pesawat ', tapi' Zodiac 'lebih nyaman bagi terjemahan.)

"Pertama kali?"

"Yup, tentu saja itu bukan termasuk kemungkinan yang tidak teramati, setidaknya dalam database Ratatoskr. Angelnya, Astral Dress, kemampuan, emosi dan lain sebagainya masih belum diketahui. "

"Jadi bagaimana mengenai hal itu. Apakah metodenya menyerang bumi sudah teridentifikasi?" 

Tanya Shidou.

"Sejujurnya, ada alasan mengapa kami mampu mendeteksi Spirit ini," 

Desah Kotori.

"Alasan?"

"Ya. Mainkan video yang diambil tiga jam yang lalu. "

"Roger."

Dengan begitu, layar lebar menampilkan rekaman yang berbeda.

Meskipun latar belakangnya masih luar angkasa, kali ini <Zodiac> tampaknya tertidur,
Seluruh tubuhnya meringkuk dan dengan tenang mengambang di kosmos.

"Ini ...."

Kata-kata Shidou berhenti pada pertengahan kalimat.

Video kali ini menampilkan sosok yang berbeda.

"Sebuah kapal perang luar angkasa ?!" 

Shidou melebarkan matanya terkejut.

Armada tiga kapal perang ruang raksasa muncul dari bumi dan bukan hanya itu.

Makhluk yang terlihat menyerupai rayap yang sangat banyak-seperti berkumpul di sekitar masing-masing kapal. Setelah diperiksa lebih dekat, masing-masing makhluk tersebut dapat dikenali sebagai mesin humanoid.

Tidak diragukan lagi bahwa mereka adalah persenjataan tak berawak milik industri DEM, Bandersnatch.

"Mungkinkah itu ... DEM ?!"

"Ya, mereka adalah unit yang menemukan keberadaan <Zodiac> . Setelah kita merasa ada
suatu pergerakan yang mencurigakan dari kapal perang milik mereka, kita menggunakan kamera otomatis untuk mengintai daerah itu dan menemukan dia juga, "

Jawab Kotori dengan sedikit muak.

"B-bagaimana bisa DEM menemukan Spirits ...." 

Shidou tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, berhenti pada realisasi. Kotori mengangguk dan mengemukakan pendapatnya.

"Aku takut itu <Beelzebub>. Kita tidak bisa berbuat banyak, meskipun Nia dapat menghambatnya entah bagaimana caranya. "

Kemudian layar menunjukkan perubahan lain.

Kapal perang DEM seolah mengunci pergerakan <Zodiac> yang tertidur dan melakukan persiapan untuk melakukan serangan. Kapal perang DEM memperluas territorynya dan mengisi setiap meriam dengan kekuatan sihir yang menghancurkan. Sementara itu Bandersnatch disekeliling Spirits mulai mengaktifkan CR-unit mereka.

"Oii ... bukannya sedikit berlebihan?"

"Lihatlah dulu."

<Zodiac> akhirnya tersadar akan situasi yang ada disekitarnya dan dia tampak tidak terburu-buru mengangkat kepalanya. Dengan ekspresi acuh tak acuh, ia melirik seolah-olah dia tidak peduli tentang bahaya yang akan datang, meregangkan tubuhnya dan mengangkat tangan kanannya.

"<" Seal-Removing Lord "- Michael>," 

Bisik gadis itu pelan.

( note : Fūkaishū ditulis bersama dengan Michael)

Di saat berikutnya, tongkat yang bercahaya segera terwujud dari kekosongan yang hampa, sama seperti yang ia genggam di tangannya pada video sebelumnya. Ujung atas tongkatnya berhiaskan dengan aksesoris berbentuk bintang yang megah, dan di ujung bawahnya berhiaskan sesuatu yang terlihat seperti tepi gigi, yang menyerupai
kunci.

"Sebuah Angel…?"

"Kelihatannya begitu."

Para Bandersnatch memulai serangan mereka dan mengepung <Zodiac> sembari mengaktifkan pengisian daya pada pedang laser mereka. <Zodiac> menjaga ketenangannya dan memasukkan bagian ujung depan kunci pada unit Bandersnatch, memutarnya ke kanan seolah-olah itu merupakan lubang kunci.

" <<Segva -Lock >>"

( note: Sepertinya teks aslinya menggunakan bahasa Ibrani, seperti untuk Metatron)

Dengan suara nyaring logam yang beradu, Empat anggota badan Bandersnatch secara drastis kehilangan turgiditasnya (note: ak rada bingung buat nerjemahin 'turgidity' , mungkin itu mengacu pd istilah biologi 'turgiditas' yaa... jd ak makek aj kata itu buat nerjemahin 'turgidity') dan territorynya lenyap ke dalam kehampaan. Setiap salah satu dari mereka langsung kehilangan keinginan mereka untuk bertarung dan menjadi tak bergerak, seakan-akan sumber daya mereka telah terkunci, meskipun pada saat penyerangan yang lalu mereka benar-benar tak kenal takut.

"I-ini ...." 

Shidou terkejut.

"<Michael>. Dari analisis video, kita dapat menyimpulkan bahwa angel ini memiliki kemampuan untuk menyegel fungsi target dengan menusuknya menggunakan kunci, " 

Reine menafsirkannya dengan lancar. Pada saat itu, <Zodiac> sudah melumpuhkan Bandersnatch yang maju duluan, alat dengan alat.

Akan tetapi, DEM sudah memprediksikan hasil itu. Beberapa Bandersnatches tidak akan
cukup untuk menangkap <Zodiac>. Sementara <Zodiac> berurusan dengan para Bandersnatch, tiga kapal perang sudah menyelesaikan pengisian meriam mereka dengan kekuatan sihir. Armada kapal perang kemudian melepaskan tembakan dari tiga arah yang berbeda, melepaskan akumulasi sihir yang padat. Kegelapan luar angkasa langsung
terserap dalam cahaya yang menyilaukan.

"Uwaaah ..."

Tapi <Zodiac> tetap tidak terpengaruh mengetahui keadaan dirinya yang telah terkepung dan mengarahkan ujung bawah tongkatnya ke depan.

Kuncinya memudar seolah-olah telah tertelan dalam kegelapan luar angkasa, dan kemudian <Zodiac> mengarahkan tongkatnya ke sisi kiri.

" <<RA Taibu -Unlock>> ."

Pada saat itu, sebuah energi lubang hitam yang terbentuk disekitar <Zodiac>, menyerap semua kekuatan sihir yang ditembakkan.

"A-apa ....?!" 

Shidou melebarkan matanya.

Namun hal itu tidak berakhir di sana. lubang hitam yang lain muncul di belakang kapal perang dan Bandersnatch. Kekuatan sihir itu bukan dilenyapkan begitu saja, tapi secara menakjubkan kekuatan sihir itu telah diteleport, tanpa kehilangan daya sedikit pun.

Medan-Dunia yang gelap gulita sekali lagi dipenuhi oleh ledakan. Seluruh armada
tiga kapal perang dan Bandersnatch yang tak terhitung jumlahnya diterbangkan oleh kekuatan sihir yang telah mereka tembakkan sendiri.

"Tembakan kekuatan sihir DEM telah ....?!"

"...Ya. Itulah salah satu kemampuan Michael. "

"Kuncinya mengubah tatanan ruang-waktu untuk membuka ruang, sehingga dapat menciptakan lubang hitam . Selain itu, dia juga dapat mengatur tujuannya. "

"Seorang Spirit yang membuka gerbang dengan kunci ... apa yang akan dia lakukan dengan itu ... ?!" 

Menyadari hal itu, Shidou, berpaling ke arah Kotori.

"Kamu butuh penjelasan lebih lanjut? Nah, setelah itu <Zodiac> mulai menyerang bumi. gerbang terbuka seperti sebelumnya, dan setelahnya benda itu menelan puing-puing kapal perang DEM. "

"Kenapa dia menargetkan puluhan lokasi di dunia?"

"Sepertinya begini. Dia sedang tidur nyenyak lalu terbangun karena keberadaan kapal perang ... dia pasti marah dengan hal itu. Sisa-sisa pembakaran yang lolos di atmosfer secara langsung jatuh mencapai  permukaan, benda itu masih mempertahankan massanya dan menghantam tanah. Di sisi lain, untungnya dia tidak melakukannya dan kekuatan serangannya dikurangi oleh margin besar mungkin karena itu dia tidak melemparkannya lebih dari beberapa ribu kilometer. "

"Jadi begitu ... gelombang kejutnya terasa benar-benar kuat meski begitu ." 

Shidou mengerutkan alisnya saat ia mengingat kejadian yang terjadi di sekolahnya.

"Apabila meteor berukuran seperti itu memborbardir, itu pastinya tidak hanya akan seperti ini.Tidak akan mengherankan apabila radius ledakannya mencapai puluhan kilometer - Tentunya hal itu akan memaksa kita menerima keadaan karena seseorang seperti dia mampu membuat lubang hitam. Tidak, kerusakan yang terjadi sekarang sudah
kritis."

"....." 

Keringat dingin mengalir dari wajah Shidou. Kemampuan yang sangat mengerikan ... dengan penerapan yang istimewa, bahkan mungkin bumi bisa dimusnahkan. Shidou menenangkan emosinya dengan mengambil napas dalam-dalam.

"... Lalu, apa yang harus aku lakukan?" 

Shidou sadar bahwa ia harus berkenalan dengan spirit baru untuk menyegel kekuatannya.
Namun, kali ini lokasi targetnya berada di luar angkasa. Dia tidak bisa hanya mendekatinya dan mengobrol dengannya.Sebaliknya, itu sudah cukup sulit untuk datang menemuinya.
"Benar. Tidak peduli betapa sulitnya, itu akan cukup merepotkan kalau saja dia melancarkan serangan mendadak lagi. Singkatnya, waktu adalah esensi. Mari kita mengobrol dengannya. "

"Mengobrol dengan dia ... bagaimana caranya? Telepon dan email akan membawa kita mana-mana. "

Kotori menunjukkan perhatiannya pada kakaknya yang bodoh. 

"Apa kamu bodoh? Bagaimana kamu pikir kita mengambil video ini? "

"Video ... ah! Ada sesuatu seperti itu!"

Shidou akhirnya menyadarinya. Dia sudah lupa tentang hal ini.

"Tentu saja, meskipun ada beberapa penyetelan, cara kerjanya mirip dengan <Yggd
Folium> milik fraxinus. Selama itu sebuah Realizer yang telah terinstal, benda itu mampu menyebarkan territory. "

"Aku mengerti. Selama aku masih berada dalam jangkauan territory itu ... "

"Ya. Biasanya tidak mungkin suara bisa tersalur melalui ruang hampa, tetapi dapat disalurkan dengan memanfaatkan territory. Juga, mengenai hal itu. "

Kotori memberi perintah pada wakil komandan Kannazuki Kyouhei yang segera dibalas, 

"Roger,"

Kannazuki memberi isyarat pada Shidou dengan membawa suatu benda di tangannya. 

Setelah membersihkan sesuatu dari salah satu ujung benda, ia menyerahkannya kepada Shidou.

"Ayo, Shidou-kun. Pakailah ini dan berdiri tegak. "

"Eh? Apa ini? "

Shidou menerimanya dengan penuh tanda tanya.

Benda ini tampaknya sebuah receiver dalam bentuk head wear, dilengkapi dengan beberapa jenis kacamata. Meskipun ia tidak tahu apa kegunaanya, Shidou mengikuti instruksi dari Kannazuki dan memakai benda itu dikepalanya.

Kannazuki kemudian mengarahkan lensa kamera pada Shidou dan mulai mengoperasikan konsol nya.

"Komandan, persiapan OK!"

"Bagus. Mulai eksperimen selanjutnya. Aku akan menyerahkannya padamu. "

"Roger!" 

Menanggapi perintah Kotori, Petugas Percobaan 'Deep Love' Minowa mengoperasikan konsolnya. Segera setelah itu, peralatan di depan Shidou mulai mengeluarkan suara mekanik.

"Apa yang terjadi?"  Shidou terlihat bingung --Di Depan Shidou, Shidou yang lain muncul.

"Waah !?" 

Shidou tampak terintimidasi oleh penampilan yang tak terduga dan terjatuh kebelakang karena keterkejutannya.

Anehnya, Shidou yang lain juga menirukan apa yang telah ia perbuat.

"O-o-ouch ... itu ..?"

"Perangkat ini dapat membaca data fisik Shidou yang kemudian diproyeksikan menjadi gambar tiga dimensi. Dan Tentu saja, kamera Realizer ini secara otomatis juga memiliki kegunaan seperti ini. "

"Sungguh terlihat hidup ..."

Shidou mengulurkan tangannya untuk menyentuh dirinya yang lain, tapi karena itu hanyalah sebuah hologram, jarinya hanya dapat menembusnya.

"Untuk saat ini belum diaktifkan, tapi kacamata itu akan menampilkan apa yang telah terekam dalam kamera ketika kamu memulainya. "

"Jadi begitu cara kerjanya. Dengan ini aku dapat berkomunikasi dengan Spirit vis-à-vis. "
"

Pikir Shidou, 'Jika kamu punya perangkat seperti ini mengapa kamu tidak segera memperbolehkanku menggunakannya?!'

"Ya. Kita tidak punya banyak waktu jadi ayo kita mulai. Siapa yang tahu kapan dia akan memulai serangan lagi."

"-Ah, Dipahami," 

Shidou mengangguk tegas dengan tangan di dadanya untuk menenangkan degup jantungnya. Terus terang, pertama, dia ingin terbiasa dengan kacamata yang ia pakai kemudian mempersiapkan mentalnya. Tapi seperti apa yang dikatakan Kotori, tak ada waktu baginya untuk merencanakan strategi, jadi ia mengepalkan tinjunya dan menghembuskan napasnya untuk menenangkan diri.

Shidou menepuk pipinya yang terasa kaku karena gugup dan tersenyum. Ketika berhadapan dengan Spirit, Shidou tidak menghadapinya menggunakan senjata, tapi kata-kata cinta. Hatinya harus memiliki keyakinan yang teguh untuk menyegel spirit guna menekan rasa gugupnya berbicara dengan bertatap muka.

"Siap kapan saja, Kotori."

"Tidak buruk." 

Kotori mengangkat sudut mulutnya dan mengubah posisi duduknya di kursinya. Dia
mengambil double lollipop dari mulutnya dan mengacungkannya ke layar.

"Kalau begitu, mulai beroperasi 'Cinta-jarak jauh'!"

"Paham!" 

Para kru berteriak serempak, mereka mulai melaksanakan tugas masing-masing.
"Kamera otomatis nomor 1 mendekati target."

"Memulai proyeksi Realizer."

"Keadaan emosi target disinkronkan pada monitor."

"Persiapan selesai. Bersiaplah, Shidou-kun. "

"Ya!" 

Pada detik berikutnya, bidang pandang Shidou beralih dari ruang komando menjadi luar angkasa.

".....!" 

Shidou tidak bisa berbuat banyak selain membuat tegukan.

Kegelapan tak terbatas yang tiada taranya beserta bintang-bintang yang jumlahnya tiada terkira yang bersinar cemerlang, begitupun juga luar angkasa yang berwarna biru kehijauan dalam pandangannya. Pemandangan yang begitu megah berusaha untuk mencuri
perhatian Shidou.

Tapi sekarang bukan waktu untuk melihat-lihat. Shidou perlahan kembali pada akal sehatnya.

Dan matanya menemukan siluet seorang gadis pirang yang bertubuh langsing melayang di udara. kemisteriusan dan pesonanya terlihat benar-benar cocok untuknya.

"Ayo kita mulai, hubungan jarak jauh bumi dan Cosmos." 

Meskipun kata-kata Kotori mengandung gurauan, tapi dia mengatakannya dengan nada serius.

"Halo, selamat pagi."

"....."

Spirit itu langsung mengacungkan tongkatnya mengarah ke kepala Shidou sebagai respon, yang kemudian dari ujungnya memancarkan sinar cahaya.

"Uoohh ..!?"

Meskipun tubuhnya bereaksi, itu sudah terlambat. Cahaya keemasan berkumpul dalam satu sorotan dan meletup menembus kepala Shidou menuju ke alam semesta yang tak berujung dengan kecepatan cahaya.

"Apa !?" 

Shidou dengan keterkejutan yang berlebihan tiarap ke lantai, seluruh tubuhnya
menggeliat dan kedua tangannya menutupi kepalanya. Cukup, itu adalah kondisi yang menyedihkan.

"K-Kotori! Aku-aku mati !! K-kepalaku !! "

"Berhenti panik. Kepalamu masih di sana. "

".....! Aah ... "

Shidou mendapatkan kembali ketenangannya. Karena gambarnya terlalu otentik,  kesalahpahaman dari kejadian sebenarnya menjadi terbangun. Namun dalam kenyataannya, hanya volumetrik hologram dari Shidou yang terkena serangannya. Shidou tidak terluka meskipun, dia memukul bagian belakang kepalanya saat tiarap.

Shidou merasa malu dan kembali berdiri.

"Sungguh Spirit kejam ... aku akan kacau jika itu aku yang sebenarnya."

"Mungkin dia masih gelisah oleh serangan DEM. Aku tidak akan terkejut jika dia tiba-tiba mendengar suara di belakangnya dan berpikir itu adalah musuh. Biarkan dia tahu bahwa maksud kita tidak membahayakan. "

"I-itu benar ..."

Setelah berbasa-basi, Shidou memakai kacamatanya lagi dan kepala hologramnya diregenerasi. Pemandangan disekitarnya berubah kembali ke pandangan gadis itu.

"Kumohon tenanglah. Aku bukan musuh dan aku tidak akan menyerangmu. "

"..... Huehh?"

Gadis itu melihat tanpa ekspresi pada Shidou untuk yang kedua kalinya dan menunduk
kebingungan.

Tanpa menunggu Shidou untuk membalasnya, gadis itu segera terbang ke kumpulan puing-puing, mempercepat langkahnya untuk meninggalkan Shidou.

"Gwaahh !?" 

Shidou terkejut secara naluriah melihat sikapnya tapi tidak semenyedihkan seperti yang sebelumnya dan terus melanjutkan tugasnya dengan menenangkan keterkejutannya, 

"Tunggu, aku -"

Gadis yang mana berputar mengelilingi Shidou menggunakan tongkatnya dengan kejam melumat kepala Shidou, lagi.

"Kuhh !? T-tidak, dengarkan- "

"....."

Serpihan-serpihan fragmen logam yang mematuhi hukum Newton tentang gerak menembus anggota tubuh Shidou seolah-olah benda itu bertubrukan dengan momentum gadis itu.

"D-dengarkan aku ...."

"....."

Puluhan sinar cahaya menembus tubuh Shidou hingga terlihat seperti sarang madu.

"Ugaaaaahhh !!"

Shidou meratapi tubuhnya yang terkoyak menjadi beberapa bagian.

"Dasar maniak perang! Ini masih beberapa menit dan aku sudah mati sebanyak lima kali !! "

Reine menyentuh dagunya, melamun, 

"Hmm .. Aku tidak berharap dia menjadi begitu kasar. Kelihatannya menggunakan hologram adalah pilihan yang tepat. "

"-! Tunggu! Spirit! "

Teriak 'Nail Knocker' Shiizaki. Semua orang mengarahkan perhatian mereka pada layar lebar, hanya untuk mengetahai gadis spirit itu bersenang-senang dengan tubuh regeneratif Shidou.

Dia memperlihatkan ekspresi kebingungan yang tidak berubah, tapi gerakannya secara substansial berubah.

"--Sungguh tak terbayangkan. Kenapa kamu tidak mati? "

( note: cara bicara Mukuro mkek bahasa inggris klasik dalam versi inggrisnya, bisa2 bikin translator mokad, klo penasaran sma inggris klasik, tanya aj ke mbah google...)

Intonasi bicaranya tidak memiliki modulasi apapun, tenang dan sepenuhnya langsung menuju intinya. Meski begitu, ia akhirnya menjawab dengan cara yang tidak terkait dengan pertempuran. Shidou mengangguk.

"Ah, aahh! Ini pertama kalinya aku berbicara denganmu. Aku ingin berbicara denganmu jadi  aku menggunakan proyekai tiga-dimensi ini. Jadi-ahh ouch .. berhenti .. Jangan mengaduk-aduk perut orang lain ketika mereka berbicara! "

(receiver ini benar-benar mentransmisikan stimulus elektromagnetik pada reseptor rasa nyeri.)

Shidou memegangi perutnya yang kesakitan. Gadis itu menggunakan ujung depan tongkatnya pada perut Shidou, mengaduk-aduknya seolah-olah itu sendok sup.

"Proyeksi tiga dimensi, eh? Sungguh tak terpikirkan, lebih baik dalam pikiranku aku tidak melakukannya. "

"O-oh .." 

Shidou tersenyum kecut.

"L-lagipula, jika kamu tidak keberatan bolehkah aku mengetahui namamu?"

Gadis itu berhenti mengaduk-aduk perut Shidou dan mengangkat kepalanya.

"Namaku? Itu sesuatu yang tidak berarti. Namaku Mukuro. Hoshimiya Mukuro. "

"Mukuro ... itu namamu?"

"Dengan kejujuranku," 

Mukuro mengangguk.

"Kamu? menanyakannya lagi untuk meyakinkan dirimu sendiri - moralitas yang menyedihkan. "

"Ah maaf, aku-" 

Saat kata-kata Shidou mencapai pertengahan kalimat, penglihatannya terlempar pada sesuatu yang lain.

"Waa !? Apa yang salah?"

"Kamu, kamu sedang sakit, pembuat bir?"

"Ti-tidak .. semuanya baik-baik saja .."

"Tenang, pilihan telah muncul," 

Terdengar suara Kotori bersamaan dengan teks yang muncul.

Tampaknya pilihan yang muncul pada layar lebar di ruang komando juga muncul dalam penglihatan Shidou. Sungguh mengagumkan.

① "Aku Itsuka Shidou. Mari kita berteman."
② "Aku Itsuka Shidou. Jadilah pacarku."
③ "Aku Itsuka Shidou. Aku akan menjadi tuan mulai sekarang. Jadilah budak yang taat 

kepadaku. Aku akan mengajarimu sampai kamu tidak bisa lagi hidup tanpa aku disisimu."
"Semua orang, pilih!"

Suara tombol yang ditekan bisa terdengar. Statistik ditampilkan dalam pie chart. Dan pilihan dengan proporsi terbesar adalah:

"Aku mengerti.. ③ ya?"

"Setuju. ① untuk pandangan pertama dan ② terlihat lebih aman dan lebih bisa diandalkan, tetapi kita perlu untuk melancarkan serangan dalam hal ini. "

"Itu benar. Sekarang kita belum mengetahui apakah pola pikirnya menguntungkan atau tidak, jadi kita perlu melihat pola tanggapannya. "

"Cukup masuk akal. Yah itu hanya hologram jadi tidak akan mati. Kita perlu mengeksploitasi keuntungan dari ini. --- Shidou, pilih ③. "

"Tunggu sebentar !!!!"

Seperti biasa, keputusan akhirnya membuat Shidou gila.

"Apa yang salah Shidou? Tiba-tiba berteriak seperti itu .. "

"Apa yang salah pantatku! Kenapa ③?! Bukankah ① cukup baik, ①!? "

"Jangan berlebihan. Lagipula, kamu tidak akan mati jadi, kamu perlu mengetes bagaimana reaksinya dengan kata-kata tajam. Bergegaslah, Mukuro menunggu. "

Karena Shidou telah mengabaikan Mukuro, dia ragu-ragu untuk menyetujui pilihannya tapi akhirnya dia memutuskan untuk membuka mulutnya.

"Aku Itsuka Shidou. Aku-aku akan menjadi .. t-tuanmu! Kamu menjadi b-budakku, aku akan mengajarimu sampai kamu tidak bisa hidup tanpa a-aku !! "

"Hueh .. Itsuka Shidou, eh?" 

Ulang Mukuro, sambil memegangi dagunya dan memperlakukannya seperti tidak ada hal luar biasa yang baru saja terjadi.

"Dia tidak peduli sama sekali ?!" 

Teriak Kotori dan bawahannya. Meskipun Shidou mengharapkan reaksi yang buruk, kecuekannya melebihi apa yang ia perkirakan.

"Bagaimana perkembangan keadaan emosi dan level kebahagiaan spirit?!"

"Tidak ada perubahan sama sekali!"

"Nilai-nilainya terlalu stabil!"

"Bagaimana mungkin?! Apa dia tidak mendengarkan Shidou? Tapi dia mendapatkan namanya ... "

Balas Kotori dengan heran.

"Rasa keingintahuanku. Akankah kamu punya maksud tertentu kepadaku? "

"Eh? A-ah .. "

Saat Shidou sudah bersiap untuk menjawabnya, Mukuro mengacungkan tongkatnya ke bumi.

"Proyeksi-tiga dimensi ... dagingmu harusnya ada pada tubuh surgawimu dari mana kamu muncul. Penipu yang menjijikkan, cih! Beraninya kamu meludahkan kebohongan, oleh karena itu aku akan menghukum tanah-Mu. "

"Apa... ?!" 

Shidou menggigit bibirnya, ia takut kalau meteor kembali jatuh seperti yang telah terjadi di lapangan olahraga sebelumnya.

"Apa kamu ingin mengatakan sesuatu?" 

Tanya Mukuro pada Shidou. Kotori menghela napas.

"Dia serius. Shidou, berbicaralah dengannya. Hal-hal yang rumit akan merepotkan. "

"A-ah, oke," 

Shidou mengangguk.

"Aku ingin-menyelamatkan spirit sepertimu." Shidou kemudian mengungkapkan segalanya, tujuannya bertemu dengannya, Keberadaan Ratatoskr dan permusuhan korporasi DEM, dan juga kemampuan miliknya.

"... Hmm," 

Mukuro merenungkannya tanpa ekspresi. Shidou memandang sepasang mata emas yang menatapnya diantara rambut yang melambai-lambai dan itu cukup membuatnya menahan napas.

"Sesuai dengan hatimu, terima kasih. Kamu menjalani perubahan yang hebat terlebih dahulu untuk berkelana ke sini. "

"Ah, jadi akankah kamu datang ke permukaan untukku dan memperbolehkanku menyegel kekuatanmu?" 

Shidou meminta dengan gugup.

"Kurasa Penawaranmu yang terbaik tidak dihiraukan," 

Jawab Mukuro tanpa sedikit pun keragu-raguan.

Mungkin, hal ini juga sudah diantisipasi. Bagaimanapun juga, sudah pernah ada kasus serupa sebelumnya.

Shidou mengerutkan alisnya dan melanjutkan.

"Guuu .. baiklah aku tidak bisa memaksamu untuk percaya padaku. Tapi apa yang aku katakan adalah jujur. Aku ingin menyelamatkanmu- "

"Aku tidak meragukannya."

"... Eh?"

"Niat jujurmu mengilhami ucapanmu, jadi aku sama sekali tidak meragukanmu."

"Kalau begitu, lalu kenapa ...?"

"Aku mengerti intinya yang kau ucapkan. Tapi aku tidak akan menerima sedekah apapun. Aku hanya menjadi seperti apa diriku sekarang. "

"T-tapi dengan seperti itu, DEM mungkin menyerangmu lagi!"

"D, E, M ...." 

Mukuro mengatakannya dengan kikuk saat ia mencoba mengingat sesuatu.

"Besi mentah yang kubongkar? Aku akan melenyapkan setiap instrumen kehidupan tidak peduli berapapun jumlah mereka. "

"Bukan yang itu; DEM memiliki senjata yang jauh lebih kuat yang disebut Wizard yang berbahaya! "

"Meski begitu, keberadaan mereka bukanlah sesuatu yang bisa mengalahkan Angel milikku. Apabila nantinya aku terjebak dalam bahaya, Michael akan membuka pintu pelarian untukku. Atau bisakah D, E, M ini yang kamu bicarakan mengejarku yang dalam kecepatan cahaya? "

"Itu ..." 

Shidou kehilangan kata-kata. Jika Mukuro memang mampu melakukan hal tersebut, maka
siapapun yang mencoba untuk menangkapnya akan menghadapi kesulitan yang mendekati mustahil. Akan tetapi ia tidak bisa hanya membiarkannya tetap seperti itu. Ada Ellen, Artemisia, dan sekarang pengguna dari Beelzebub, Westcott. Siapa tahu apa yang bisa mereka lakukan?

Namun, itu bukan satu-satunya alasan mengapa Shidou ingin dia datang ke permukaan. Dia terus membujuknya.

"Tapi ada banyak hal menyenangkan di Bumi dan ada juga Spirit sepertimu. Apa kamu tidak merasa kesepian berada di semua tempat yang seperti ini seorang diri? "

"... Kesepian, eh?" 

Mukuro menggeleng. 

"Ketakutan itu hanyalah karena kegelisahanmu, aku tetap tidak merasakan kesepian. "

"Tapi bagaimana caranya? Jangan terlalu keras kepala. Kebersamaan adalah- "

"Cih, semua persepsi, baik itu kegembiraan, melankolis, murka atau kesedihan, itu seni yang sudah berlalu dariku. Keadilan cinta juga ambil bagian. Aku sudah lama mengunci hatiku. "

".... Eh? M-mengunci ?? "

"Aye, berkat Michael." 

Mukuro menunjukkan tongkatnya pada Shidou.

<Michael>. "Segva -Lock" adalah salah satu kemampuan, yang dapat menyegel kekuatan target. Shidou sudah melihatnya sebelumnya saat Mukuro mengunci Bandersnatch, mengambil kekuatan mereka dan membuat mereka menjadi kepingan logam.

Jika angel itu dapat mempengaruhi bahkan benda-benda yang tidak berwujud, maka bisa saja benda itu mengunci perasaan Mukuro.

"B-bagaimana bisa seperti itu...? Bukan hanya kesedihan dan penderitaan tapi bahkan kegembiraan ...! "

"Sumpah palsu tidak dipikulkan padaku. Mengapa kamu menanyakannya padaku? Kehilangan yang tidak diperlukan, pelanggaran, dan aspek kemalangan yang kukatakan. Aku tidak tahu apa yang harus kugunakan lagi. "

"T-tapi kamu bisa membicarakannya denganku secara normal seperti sekarang ..."

"Tahan dulu bicaramu, meskipun pembebasan dari sesuatu yang menyedihkan itu kebaikan hati, aku tidak seperti itu. Pada intinya, ketenangan adalah semua yang aku inginkan,
oleh karena itu aku mengadakan perjalanan di alam semesta yang belum terjamah ini.Menjadi marah atau berusaha menyayangi keluarga, segala sesuatu akan mengacaukan status quo. Aeorolit yang kujatuhkan tidak lebih hanyalalah pengingatan belaka
untuk mencegah manusia menyerang wilayahku, "

Mukuro menerangkannya dengan tampilan tidak berubah.

Dia mirip dengan seorang pertapa, pertapa yang introvert, ataupun makhluk surgawi yang kering dan membosankan. Shidou tidak bisa berbuat apa-apa selain mengepalkan tinjunya erat-erat.

"Hal itu ... hal itu terlalu menyedihkan. Kumohon, kembalilah ke Bumi. Aku ingin kamu bahagia!"

"....." 

Mukuro menahan kata-katanya.

Setelah diam beberapa saat, dia mulai menggerakkan mulutnya.

"Aku bertanya kepadamu, Shidou, kau tampaknya telah salah paham."

".... Eh?"

"Apa yang kuanggap sebagai kebahagiaan-'ini tidak adil bagimu untuk menyelesaikannya ke sana kemari."

".....!" 

Shidou merasa tercekik oleh kata-katanya.

"Kau mungkin telah menyelamatkan Spirit dari kutukan sejauh yang kupercayai. Tapi aku adalah aku.Kenapa kamu ingin menolongku? "

Shidou tercengang oleh apa yang dia katakan. Mukuro melanjutkan kata-katanya, mengabaikan apa jawaban yang Shidou miliki.

"Sebelum aku diselamatkan, apakah nanti aku akan bahagia, kebenarannya aku tidak akan bahagia. infalibilitasmu menandai kata-katamu. Kurasa kamu menyelamatkanku sebagai hadiah. "

"I-itu, hal, seperti itu ..." 

Suara Shidou menggigil, ia ingin menyangkal apa yang dikatakan Mukuro tapi dia
tidak memiliki kekuatan untuk membantah. Mukuro tampaknya telah melihat sesuatu dan menatapnya.

"Apa semua bantahanmu telah habis?Suara itu datang dari belakangnya.

"Apa maksudmu ..?" 

Mendengar itu, Shidou ingat bahwa Ratatoskr masih mendukungnya. Saat ia bercermin tentang masalah itu, Mukuro kembali menginterogasinya.

"Sesuatu yang disebut D, E, M ini berasal dari tempat dimana kamu berasal, benar? Jika kamu menyegelku, bisakah kamu juga menjamin perlindunganku? Sudahkah kamu menyegel Spirit lain yang tidak pernah berkelakuan jahat? "

"....! I-itu ... "

Shidou tidak bisa mengatakan alasan apapun.

Pertempuran melawan DEM melintas di pikirannya. Ahh, itu benar. Shidou telah menyegel kekuatan Spirits. Dia selalu berpikir itu adalah untuk kebaikan Spirit itu sendiri dan para Spirit selalu bersedia. Tapi sebagai hasilnya, mereka juga menemui banyak krisis. Melihat konflik batin Shidou, Mukuro dengan lembut mengatakan sudut pandang nya.

"Dengan segala sesuatunya, Shidou, kemunafikanmu seperti labirin agar aku bisa dijebak. Jangan pernah kembali dan pergilah."

".....!" 

Shidou merasa sakit karena penolakan dari Mukuro, seolah-olah kepalanya dihantam oleh batang besi. Kalau saja itubenar, dia berharap. Kata-kata menyakitkan Mukuro menyebar ke seluruh tubuhnya seperti api.

"... Shidou, jangan terlalu kecewa. Apa yang kamu lakukan pada kami sudah pasti bukanlah tindakan yang salah, "

Kata Kotori, Spirit pertama yang ia segel. Shidou tidak bisa hidup seorang diri, meskipun ia memahami kata-kata Kotori. Tapi-

" Ini akhir dari pembicaraan kita. Di mana aku akan pergi hanyalah ketenangan, hanya kelestarian. di mana tidak ada jiwa dapat menggangguku.- aku tawarkan kamu perpisahan, "

Kata Mukuro monoton sembari mengangkat tongkatnya dan menunjukkannya ke arah Bumi.

"Dengan ini aku perintahkan kamu, Michael, hentikan gerak planet ini," 

Sebuah ayat fatal.

"A-apa ....?!"

"Kemampuan itu mampu melakukan bahkan hal-hal seperti itu ... ?!" 

Suara Kotori bergema di gendang telinga Shidou.

"Dengan ini, D, E, M akan menghilang. Ini akan menjadi perpisahan kita selamanya, Shidou. Untuk selanjutnya ucapkan kata perpisahan."

Mukuro mengangkat tongkatnya dan menusukkan bagian ujung depan tongkatnya menembus kamera proyeksi Shidou.

"<<Segva -Lock>>"

Setelah Mukuro memutar kunci nya, Segera setelah itu dengan iringan suara statis, bidang pandang Shidou sepenuhnya terhambat.
Facebook Twitter Google+