Bab 2 - Tiga Penyihir | YuukiNovel

Bab 2 - Tiga Penyihir


“————”



Medan perang yang terjadi di atas langit area pemukiman yang damai, Tobiichi Origami mengulurkan tangannya untuk menangkap gadis yang tumbang setelah menggunakan seluruh kekuatannya.



Dia adalah gadis cantik yang memakai CR-Unit yang dibuat oleh DEM Industries. Rambut pirang briliannya berkilauan dibawah sinar mentari. Artemisia · Bell · Ashcroft. Seorang Wizard DEM dengan tanda nomor panggilan Adeptus 2——dan juga lawan yang menyilangkan pedangnya dengan Origami beberapa saat yang lalu.



“Ku……”



Saat tangannya merasakan beban tambahan, secara reflek Origami mengerutka alisnya karna kesakitan.



Tapi itu tidak mengherankan. Karena, CR-Unit dan Limited Astral Dress putih murni yang menutupi tubuh Origami telah dipotong diagonal sampai ke pundaknya. Dari sana, ada banyak darah yang mengalir.



“Fu——”



Origami menghela napas ringan saat dia memanipulasi territory yang ada di sekitarnya. Sambil menggunakan hemostatis dan anestesi, dia menopang tubuh Artemisia dengan kekuatan yang tak terlihat. Kemudian dia mendengar suara keras datang dari arh depan.



“Seperti yang kukatakan, jangan memaksakan dirimu. Meski sakit itu bisa diabaikan, bukan berarti luka bisa disembuhkan.”



“Benar! Itu harus segera dirawat……”



Dengan peralatan standar dari Self Defense Ground Force, mantan kaptern AST, Kusakabe Ryouko, dan anak buahnya Okamine Mikie melihat luka Origami dengan tatapan serius.



“…… Tidak apa-apa. Aku bisa mengatasi luka setingkat ini.”



“Idiot. “aku bisa menahannya” dan “tidak masalah” bisa jadi dua hal yang berbeda. ——Kemari, berikan padaku. Meski bisa menopang tubuhnya dengan bidang itu, tapi terus melakukan itu juga akan menghabiskan konsentrasimu.”



Sambil mengatakannya, Ryouko meluaskan territorynya untuk membantu menopang tubuh Artemisia.

Terima kasih untuk ini, beban yang ada di otak Origami terasa sedikit berkurang, itu membuatnya bisa memperbaiki area territorynya. Sekali lagi, Origami menghela nafas lega.



Area Territory yang dihasilkan oleh Realizer adalah “sebuah ruang yang diinginkan pengguna”. Namun terlepas dari itu, ini tidak mahakuasa. Jika beban yang ada dipermukaannya terlalu banyak, otak penggunanya akan menerima dampak kerusakan yang sepadan.



“Ngomong-ngomong……”



Ryouko mengeluarkan napas kecil saat dia melihat Artemisia yang diselimuti oleh area tak terlihat.



“Meskipun ini pertarungan satu melawan beberapa orang, aku tidak menyangka bisa mengalahkan Artemisia Ashcroft…… apa jenis sihir yang kau gunakan?”



Saat mantan kartu as terbaik SSS, Artemisia yang dikenal semua Wizard. Sulit membayangkan kekuatannya sama dengan Ellen Mathers dalam peringkat Wizard terkuat diantara umat manusia. Bisa dikalahkan olehnya, tidak heran jika Ryouko sangat terkejut.



Meski begitu, apa yang Ryouko katakan tidak sepenuhnya akurat. Origami sedikit menggelengkan kepalanya.

“Orang yang mendaratkan serangan pamungkas bukanlah aku.”



“Eh? Jadi……”



Saat Origami menggerakan kepalanya saat menjawab singkat, ada suara yang terdengar datang dari kejauhan.



“Origami-san, apa kau baik-baik saja……!?”



“Mun, tampaknya ini benar-benar sukses.”



Gadis ramah yang mengendari boneka kelinci raksasa dan gadis berambut panjang yang memegang tongkat berbentuk kunci meluncur melewati langit saat mereka menuju Origami.



Yoshino dan Mukuro. Selain Origami, mereka ada di grup yang sama yang dikirim untuk menangkap Artemisia.



Sebenarnya, Mukuro adalah orang kunci untuk strateegi ini. Angelnya <Michael> adalah Angel yang bisa “membuka” dan “menutup” apapun. Bahkan jika benda itu tidak bisa dilihat oleh mata telanjang——contohnya; ingatan yang tersegel tanpa terkecuali.



Artemisia telah dimanipulasi oleh musuh yaitu ingatannya diubah oleh DEM. Saat Origami memberikan pembukaan, Mukuro menusuk kepala Artemisia dengan <Michael> untuk membuka ingatannya. Itu adalah strategi inti dari operasi ini.



Saat Origami menjelaskan strategi ini dengan santai, Ryouko melebarkan matanya karena terkejut.



“Ha…… apa kau? Aku menduga kalian adalah Spirit……”



Lalu, dengan ekspresi yang kompleks, Ryouko memandang wajah Yoshino dan Mukuro dengan seksama.



Anggota AST lain yang ada di belakang Ryouko juga mengelilingi mereka dengan rasa penasaran.



“Jadi, kau adalah <Hermit> dan kau adalah <Zodiac>?”



“Wow, tidak mungkin, tidak mungkin. Kupikir ini mungkin pertama kalinya aku melihat Spirit sedekat ini.”



“…… Hei, bukankah yang satu ini sangat imut?”



Para anggota yang memakai CR-Unit berwarna hitam mulai mengobrol heboh seperti murid sekolah.



“Mun?”

“I-Itu…… umm.”



Meski Mukuro tetap tenang dalam situasi ini, Yoshino memejamkan matanya dengan malu-malu.



“Ahh, maaf. Melihat kalian dalam jarak segini, kalian terlihat seperti gadis biasa. Memang tidak jelas kenapa mereka bilang kalian adalah organisme musuh yang tidak bisa bicara……”



Ryouko menganggukkan kepalanya dengan senyuman masam.



Para Spirit yang dianggap sebagai musuh umat manusia dan kapten dari kelompok yang bertanggung jawab untuk memburu mereka kini sedang mengobrol dengan dekat. ……Ini benar-benar adegan perdamaian yang mendalam.



Namun, mereka tidak bisa terus membuang-buang waktu untuk mengobrol. Meskipun kemampuan tempur Artemisia yang besar telah dilumpuhkan, perangnya masih berlanjut dan Origami belum menyelesaikan semua tujuannya.



“Kapten. Maaf melibatkanmu lagi, tapi aku punya permintaan. Tolong bawa Artemisia ke <Fraxinus>.”



“<Fraxinus>?”

“Benar. Itu adalah kapal tempur udara <Ratatoskr> yang kusebutkan sebelumnya. Aku akan memberitahukan rinciannya nanti, tapi jika kau membawa Artemisia ke sana, <Bandersnatch> mungkin bisa dilumpuhkan.”



“Huh~?... …”



Ryouko meruncingkan ujung alisnya sebelum berbalik dengan cepat untuk mengangkat ujung bibirnya.



“Meski aku tidak tahu apa yang terjadi, sepertinya ini menarik. Kami selalu dibuat frustasi oleh DEM. Jika kami bisa memberi mereka pelajaran yang setimpal, dengan senang hati aku akan bekerja sama.”



“Terima kasih. Itu bantuan yang besar.”



Melihat Origami yang menunjukkan rasa terima kasihnya, Ryouko melambaikan tangannya untuk menunjukkan bahwa dia tidak mempermasalahkannya sebelum memberikan perintah kepada anggota AST yang lainnya.



“Baiklah. Bentuk formasi bertahan dengan aku sebagai pusatnya. Atus Territory menjadi mode bertahan untuk mencegah serangan dari sekitar. Cukup lakukan serangan balik seminimal mungkin. Prioritas kita adalah melindungi Artemisia.”



“Dimengerti!”



Saat menerima perintah mereka, Mikie dan anggota timnya menyebar ke posisinya. Sebagai tim yang ahli dalam serangan yang terkoordinir, pergerakan mereka sangat cepat dan terlatih.



“Sip, ayo, Origami.”



“Silakan.”



Saat Origami mengangguk, Ryouko membalas sambil mengangkat alisnya.



“Tidak, itu bukan jawabannya. Kau harus ikut juga. Apa kau berencana meninggalkan luka itu tanpa diobati? Aku tidak tahu kapal perang macam apa <Fraxinus> itu, tapi jika di sana ada fasilitas medis——”



Namun, suara Ryouko tiba-tiba berhenti.



Tidak, lebih tepatnya, suaranya ditenggelamkan oleh teriakan yang datang dari belakang.



“——Origami-san!”



Saat gadis yang memakai CR-Unit berwarna biru kehijauan meneriakkan nama Origami sambil bergerak dengan kecepatan ekstrem.

Rambutnya diikat ponytail dan ada tahi lalat berbentuk air mata di bawah mata kirinya. Dari karakteristik itu tidak salah lagi, itu Takamiya Mana, seorang Wizard dari <Ratatoskr> yang dikirim untuk menyingkirkan musuh di sekitar sana bersama Yoshino dan Mukuro.



Dengan mata merah yang menegang, itu adalah tatapan ancaman yang tidak terpikirkan dari Mana yang biasanya, saat dia mencoba meneriakkan sesuatu.

Sesaat kemudian——



Akhirnya, Origami sadar.



Di belakang gadis depan ada kekuatan mengerikan, “sesuatu” telah muncul.



“Apa——”



“………. …!?”



Saat mereka berbalik, Origami dan yang lainnya terdiam tanpa kata.



——Itu adalah sebuah bola.



Di tengah sengitnya peperangan di langit, sebuah objek bundar besar muncul.

Perasaan aneh yang menekan. Pertanda kematian. Meski jaraknya cukup jauh dari sini, hanya dengan menatap “benda itu” bisa menyebabkan sensasi terjebak dalam racun yang mematikan.

Namun, itu belum berakhir.



Bola itu mulai bergerak hingga mekar seperti kuncup bunga.



Kemudian, partikel cahaya yang tak terhitung jumlahnya mulai menyebar dari pusatnya.



Dan arahnya——dengan cepat mendekati Origami dan yang lainnya.



“……! Formasi bertahan!”



“Dimengerti……!”



Saat Ryouko memberi perintah, anggota AST merespon dengan meluaskan territory untuk melindungi Origami dan yang lainnya.



Namun——itu tidak berguna. Origami merasakan ketakutan yang menyerang perutnya saat dia berteriak dengan suara gemetar.



“....…! Tidak. Larilah!”



“Tidak masalah……! Origami-san, kau akan bersama kami——”



Di saat itu.

Dengan mudah partikel cahaya itu menerobos territory yang seharusnya melindungi mereka dan menyentuh tubuh Mikie, yang merentangkan tangannya untuk melindungi Origami.



Sesaat setelah itu, tubuh Mikie kehilangan kekuatannya lalu dia terjatuh ke tanah seperti boneka rusak yang putus dari talinya.



Tidak, bukan hanya Mikie. Beberapa anggota AST yang bersentuhan dengan partikel cahaya itu semuanya juga terjatuh dari langit.



“……!”



“Tunggu——”



Origami dan para Wizard yang bertahan berpindah dari tempatnya sambil meluaskan territory untuk menangkap tubuh rekan mereka yang terjatuh.



“Ada apa? Apa kau baik-baik saja? Apa yang terjadi——”



Ryouko mencoba membangunkan para anggota yang sedang ditopang oleh territory——tapi kemudian mereka langsung terdiam.



“A-Apa yang terjadi, ini adalah…… kematian……?”



“……!?”

Origami mengerutkan alisnya saat dia menggunakan territory untuk menyeret tubuh Mikie ke tangannya, lalu merentangkannya untuk menyentuh lehernya.

Tidak ada denyut nadi ataupun napas.



Aktivitas kehidupan telah berhenti sepenuhnya.



“————”



Alasan, tidak diketahui.



Prinsip, tidak diketahui.



Yang pasti mereka yang bersentuhan dengan partikel cahaya yang disebarkan oleh bola raksasa itu semuanya langsung mati.



Tempat munculnya bola itu, ada diarah dimana Shidou, Tohka, dan Yamai bersaudari sedang membersihkan <Nibelcol>.



“……! Shidou!”



Origami mengepalkan tinjunya sambil menatap tajam ke arah Ryouko.



“——Kapten, tolong bawa Mikie dan yang lainnya menuju <Ratatoskr>. Jika kau menggunakan peralatan realizer medis yang ada di sana, menyadarkan mereka mungkin bisa dilakukan.”

“Ah, alright……! Maksudmu——”



Origami menghentakkan udara dan terbang melesat menuju kejauhan tanpa mendengarkan perkataan Ryouko sampai selesai.



——Jika ada pertemuan, juga pasti ada perpisahan.



Meski ekspresi ini agak basi, tapi itu adalah kenyataan yang tidak diragukan.

Baik saat bertemu dan berpisah itu benar-benar sama. Tidak peduli seberapa dekat hubungan itu, selama dia dan aku bukanlah orang yang seperti sebelumnya, suatu hari nanti pertemuan yang positif akan mundur menjadi perpisahan yang negatif.



Tidak peduli apa hasilnya, itu akan kembali menjadi nol dengan cepat. Tanpa menghiraukan prosesnya, segalanya akan langsung mengimbangi satu-sama lain.



Tapi tentu saja, hati manusia tidaklah sederhana.



Semakin banyak niat mulia yang mungkin dimiliki seseorang, maka semakin banyak emosi negatif yang dirasakan orang lain selama berpisah.



Ini dapat terjadi pada orang yang pernah berada di sisi yang sama denganmu.

Orang tua, saudara——atau bahkan teman semasa kecil.

Di sana ada pertemuan. Ada pertemuan yang bahkan tidak diketahui oleh mereka pada saat itu.



Pertemuan yang tidak diduga, sebelum seseorang menyadarinya, rasanya normal untuk tetap bersama-sama.



————Jika orang itu menghilang dari sisi seseorang, emosi macam apa yang akan diingat yang lainnya?



Di bawah situasi ketika saat-saat bahagia tidak diakui dan diserang oleh ketidak beruntungan yang tidak bisa diduga. Seseorang takkan bisa melawan ketidakadilan. Itu akan meninggalkan bekas luka yang dalam di hati seseorang.

Meski begitu, jika itu disebabkan oleh perkembangan yang cepat sebagai rival, orang-orang akan merasa kesepian, tapi tetap menjaga cahaya harapan di hatinya.



Jika ini adalah hasil dari perpisahan yang disebabkan antara hidup dan mati, orang-orang akan diserang oleh kesedihan, tapi mereka masih akan tetap menjadi kenangan hangat di hati mereka.



Namun, jika perpisahan ini disebabkan oleh salah satu pihak yang berkhianat——



Tidak diragukan lagi itu mirip dengan emosi yang Ellen Mathers rasakan saat mengingat Elliot Woodman.

“——Ahhhhhhhhhhhhhhhhh!”



Dengan teriakan yang mirip raungan, Ellen mengayunkan pedang lasernya <Caledfwlch>. Pedang yang ditenun dengan sihir tebal meninggalkan lintasan cahaya di depan musuhnya——bersiap untuk meledakan dan menghancurkan Woodman.



Sebuah tebasan dilepaskan oleh Wizard terkuat umat manusia yang menyerang dengan seluruh kemampuannya. Bahkan Astral Dress seorang Spirit akan rusak karena serangan itu.



“Fu——”



Sebagai perbandingan, Elliot menggunakan senapan lasernya untuk menangkis serangan.



“Ha, benar-benar jumlah Maryoku yang mengagumkan. Tapi serangan itu terlalu terang-terangan. Aku mengerti ini reuni yang membahagiakan setelah sekian lama, tapi tolong tenanglah sedikit, Ellen.”



“Diam!”



Ellen mengaum seakan tenggorokannya terasa muak. Lalu, sesekali dia mencengkram gagang pedangnya lebih erat lagi saat dia bersiap melakukan tebasan lainnya.

Dua kali. Tiga kali. Empat kali——berkali-kali.



Kilatan energi sihir bertebaran seperti kembang api.



Di mata orang biasa, orang itu hanya akan melihat kilatan cahaya. Namun, saat otak menyadari momen indah ini, tubuh seseorang pasti sudah terpotong menjadi lebih dari sepuluh potongan daging.



Namun, dengan tepat Woodman bisa menangkap lintasan dari tebasan pedang tak terlihat itu, menghindar, memblokir, dan menangkis setiap serangannya.

Sungguh waktu reaksi yang mengerikan. Pada tingkatan ini, mungkin juga Artemisia tidak bisa merespon semua serangan Ellen dengan baik.



Meski begitu, masalahnya bukan itu.



Saat ini mata Ellen terfokus pada salah satu anggota pendiri DEM, Elliot Baldwin Woodman.



Salah satu dari beberapa penyihir asli yang tersisa di dunia ini——dan juga Wizard buatan pertama di dunia ini.



Meskipun itu adalah Ellen yang saat ini menyandang gelar Wizard terkuat di dunia, dia belajar bagaimana cara menggunakan Realizer Manifestation Device dari Woodman. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa, dalam beberapa hal, dia adalah gurunya Ellen. Meskipun Ellen punya keuntungan dari total kekuatan sihir yang bisa dihasilkan, Woodman jauh lebih unggul dalam mengendalikan Realizer Manifestation Device dan memanipulasi Territory.



Tapi——tidak, inilah penyebab kemarahan Ellen semakin menjadi-jadi.



“Kenapa…… Kenapa kau mengkhianati kami!? Elliot……!”



Ya, itu benar.



Sejak Woodman dan yang lainnya meninggalkan Ellen, ada sisa-sisa ketidakpuasan yang tersembunyi di dalam dadanya.



Kenangan dari hari-hari itu masih terbakar didalam pikirannya. Ellen, dan adiknya Karen, Westcott, dan Woodman, mereka berempat bersumpah sambil melihat kampung halamannya terbakar.



Membalas perbuatan umat manusia, balas dendam pada umat manusia. Melawan dunia——pemberontakan.



Pembuatan tatanan dunia baru bagi para penyihir. Menulis ulang dunia yang lama. Untuk mewujudkan cerita yang seperti mimpi itu, Ellen dan yang lainnya melanjutkan penelitian mereka dengan teliti sampai-sampai darah mereka mulai mendidih.

Realizer Manidestation Device. Wizard. Kapal perang udara. Boneka buatan. ——Begitu banyaknya teknik tidak biasa yang dibuat oleh DEM Industries menjadi tidak lebih dari produk sampingan.



Semuanya demi dunia yang baru.



Semuanya untuk menghilangkan penyesalan dari rekan-rekan mereka.



Mungkin, karena itulah.



“Kau…… mengkhianati sumpah kita. Bukan hanya itu, kau menipu Karen dan merebut hasil penelitian kita. Dan muncul didepan kami sebagai musuh. Dosa ini hanya bisa ditebus lewat kematian……!”



Kemarahan. Makian. Dendam. Sambil mengatakan semua emosi negatif yang bisa dia pikirkan lewat kata-kata, Ellen berteriak.



Lalu, Woodman, yang berhasil menghalau serangan Ellen, menghela napas kecil.



“Aku minta maaf pada kalian. …… Tidak, aku tidak ingat pernah menipu Karen. Yah, sebelum aku menyadarinya, dia sudah mengemas semuanya di sisiku. Tidak peduli apapun itu, aku tidak ingin menjadi musuhmu. Itu hanyalah jalanku dan jalanmu yang berseteru dengan cara yang aneh.”



“Omong kosong……!”



“Ini bukanlah omong kosong. Kebencian dari desa kita yang dibakar habis. Kebencian dari rekan kita yang dibunuh tidaklah benar-benar hilang. Hanya saja——”



Di saat itu——Woodman tiba-tiba memotong kata-katanya sendiri.



“…………”



Tapi Ellen juga menyadari alasannya.



“Dug dug”, suara degupan dunia. Aliran mana yang melewati kemustahilan. Ini adalah perasaan yang sama seperti Spirit awal mula yang diciptakan Ellen dan yang lainnya.



Mungkin——dia telah muncul. Wanita itu. Dan itu di suatu tempat yang tidak jauh dari ini.



“…………”



Woodman melanjutkan perkataannya sambil menyipitkan matanya karena sedih.



“……Saat pertama kulihat Spirit, aku berpikir. ‘……Ah, sungguh cantik.’ Setelah itu, aku berpikir. Meski ini untuk balas dendam, apa tidak masalah untuk mengorbankan anak yang tidak ada kaitannya ini. Tidak, apa yang berbeda dari hal itu, lalu mereka yang membakar kampung halaman kita… …ah.”



Saat Woodman mengatakannya, Ellen menutup matanya erat-erat. Menghadapi pandangan itu, ada rasa sedih dan kasihan.



“……!”



Mendengar kata-kata itu, melihat pandangan itu, Ellen merasakan frustasi seakan hatinya telah dipanggang di neraka.



Tak ada dugaan sedikitpun bahwa sumbernya dimulai dengan Spirit asal mula. Namun, bagi Ellen yang sekarang, kata-kata itu tak ada artinya sedikitpun. Karena membunuh pengkhianat yang ada didepannya adalah tujuan eksistensi Ellen saat ini.



“Jangan…… mengatakan omong kosong!”



Ellen berteriak saat dia mengangkat tangannya dan memanipulasi Territory dengan pikirannya.



“<Chastiefol>!”

Kemudian setelah itu, keluar beberapa pisau tajam yang yang terpasang dibelakang CR-unit dan melayang berputar seperti shuriken dengan Woodman sebagai targetnya.



“Tch——”



Bahkan bagi Woodman, saat berada dijarak sedekat itu dia tidak akan bisa mengatasi banyak serangan dengan intensitas itu. Woodman mengedipkan matanya saat dia mengambil langkah defensif dengan meningkatkan kekuatan bidang Territory.



Namun, tindakan itu bisa diprediksi. Ellen menajamkan penglihatannya saat dia mengeluarkan perintah dari otaknya.



Seketika, misil sihir yang memiliki pisau tajam <Chastiefol> yang diaktifkan dengan tujuan untuk melepaskan serangan beruntun didepan mata Woodman.

Namun, lawannya adalah Woodman. Bahkan bagi Ellen, dia tidak yakin bahwa dia akan mengalami luka yang parah.



Tujuan sebenarnya dari serangan ini adalah menggunakan ledakan yang mendadak itu untuk mengambil perhatian Woodman untuk sesaat dan menggunakan asap yang dihasilkan untuk mengunci pandangannya.



Saat Ellen mengoperasikan Territorynya untuk melepaskan <Caledfwlch> ke udara, yang dikeluarkan lewat bagian belakang bahu kiri CR-unitnya.

CR-unit <Pendragon>, dinobatkan dengan nama sang raja, secara alami mengikuti Ellen yang menyombongkan pengeluaran maksimum terbesarnya.

Jika seseorang yang belum tahu melihat hal ini, mereka mungkin akan bingung dengan moncongnya yang besar.



Namun ini bukanlah meriam besar.



Ini adalah——



“Tembuslah! <Rhongomiant>….…!!”



——Hanya tombak panjang, tombak cahaya yang panjang.



Saat Ellen memberi perintah, menyala dari sebuah unit sebagai potongan Maryoku besar yang didorong ke depan.



Itu adalah senjata sederhana yang mengkonsentrasikan seluruh sihir Ellen menuju sebuah titik.



Tapi. Tidak. Karena ini——adalah yang terkuat.



Ini bukanlah mekanisme kompleks yang orang lihat sebagai tombak.



Ini hanyalah kekuatan yang didesain untuk menembus musuh.

Dan tidak ada benda yang tidak bisa ditembus oleh tombaknya Ellen, yang merupakan yang terkuat diantara ras manusia.



Tapi.



“……!?”



Alis Ellen mulai bergetar lagi dan lagi.



Tepat sebelum <Rhongomiant> menghantam, hilangnya asap membuat dia melihat postur Woodman yang sedikit terlihat.



Woodman bersiap melepaskan sikap bertahannya.



Dan juga——menghadap ke arah Ellen dengan unit yang ada di tangannya.

Ellen baru sadar bahwa itu adalah senapan laser yang tadi.



Bisa dikatakan, reaksi itu sudah bisa diduga. Setelah diubah bentuknya, bentuk senapan laser itu benar-benar menjadi berbeda dari sebelumnya.



Daripada sebuah senapan, sekarang itu lebih mirip unit artileri yang besar.

Ya, itu seperti——<Rhongomiant> milik Ellen.



“<Gung——nir>!”



Diikuti suara Woodman, cahaya sihir dilepaskan dari unit yang dia pegang.

Berbenturan dengan <Rhongomiant> milik Ellen di udara.



Langit menjadi berwarna putih brilian.



“……Ha, ……ha.”



Tohka menghirup napas dalam untuk mengatur detak jantungnya yang berdetak seperti bel alarm saat sedang terburu-buru.



Namun, disetiap arah, jantungnya belum bisa tenang juga. Tenggorokannya mengencang. Tangannya yang menggenggam pedang menjadi gemetar. Semua sel yang ada ditubuhnya mengirimkan sinyal bahaya untuk tidak melawan musuh yang ada di depan mereka.



Benar. Di dunia ini tidak ada seorangpun yang tidak takut saat menghadapi kekuatan Mio yang meluap-luap.



Tidak——jika dikatakan dengan lebih teliti, tidak ada orang yang berhasil bertahan hidup selain Tohka, Yamai Bersaudari, dan Mio sendiri.



Butiran-butiran cahaya yang disebarkan dari bunga raksasa yang ada di langit telah membunuh semua <Nibelcol> dan para Wizard yang ada disekitar sana beberapa saat yang lalu.

Tidak, bukan itu saja. Bahkan material anorganik seperti <Bandersnatch> dan kapal perang udara DEM juga rusak.



Itu adalah pemandangan tidak normal yang tidak mematuhi aturan alam dengan mengambil umur hidup dari target dalam sekejap mata.



Meskipun disana masih ada beberapa pertarungan sengit yang ada di langit yang jauh, hanya area ini yang mirip dengan mata badai.



“…………”



Saat Tohka menelan ludahnya sambil menahan napasnya, dia merasakan rasa sakit kecil di tenggorokannya yang kering.



Mio. Takamiya Mio.



Seorang Spirit yang menyandang nama Dewa. Seorang wanita yang baru saja menyebarkan kematian. Hanya dengan tertangkap pandangannya saja bisa menyebabkan ilusi kulitnya menjadi terkoyak.



Namun, Tohka dan yang lainnya tidak bisa mundur.



Tohka mencintai Shidou.



Karena Shidou, Tohka bisa selamat. Karena Shidou, Tohka telah berubah banyak. Karena ada Shidou——Tohka bisa mengerti tentang kasih sayang. Jika Tohka gagal menghentikan Mio disini, maka seluruh dunia akan menganggapnya tidak pernah ada

.

Orang yang dikenal sebagai Itsuka Shidou akan dihapus tanpa jejak sedikitpun.

Hal semacam itu sungguh tidak bisa diampuni.



Oleh karena itu, Tohka akan terus maju dengan mengacungkan pedang ke musuhnya meskipun tubuhnya gemetar karena takut.



“Kaguya, Yuzuru. ……Bisakah kalian melanjutkannya?”



Tohka berbisik pelan saat dia terus menatap Mio. Kaguya dan Yuzuru, yang berada di samping kiri dan kanannya, membalas balik sambil sedikit menggoyangkan bahu mereka.



“Siapa yang kau bicarakan? Tentu saja tidak ada masalah……!”



“Setuju. Tidak peduli seberapa kuat musuhnya, Yamai bersaudari tidak akan mundur.”



“……Umu.”

Tohka memberikan anggukan kecil setelah mendengar kata-kata yang meyakinkan dari mereka berdua. Lalu, sambil tetap memandangi Mio, dia menghentakkan tanah.



“Haaaaaaaahhhhhhh!”



Dia mengangkat <Shandalphon> lalu dia mengayunkannya ke bawah dengan seluruh kekuatannya. Lapisan Reryoku mengibas dari lintasan pedang yang bisa menebas Mio dari jarak jauh.



“…………”



Namun, Mio tidak mencoba menghindar. Dia tetap terlihat tenang saat dia memandang Tohka.



Lalu, tebasan <Sandalphon>, kekuatan dahsyat yang dibanggakan itu terhalang tepat sebelum membuat kontak dengan tubuh Mio. Ya, sepertinya ada semacam dinding tak terlihat yang ada disekeliling Mio.



“Ku……”



Namun, Tohka tidak menyerah. Menaruh lebih banyak kekuatan pada pergelangan tangannya yang memegang <Sandalphon>, dia terus menerus melepaskan tebasan.



“Ahhhhhh!”



Dengan teriakan keras, Tohka telah kehilangan jejak sudah berapa banyak tebasan yang dia lepaskan. Menendang langit, dia membuat langkah berani kearah Mio. Dia maju kedepan, dengan ujung <Sandalphon> dia bersiap melakukan serangan pemenggalan.



Tapi——hasilnya tetap sama.



“……Maaf, tapi kau takkan bisa mengalahkanku dengan ini.”



Mio berbicara pelan saat dia memandang <Sandalphon>, yang berhenti tepat sebelum mencapai tenggorokannya.



“——”



Sambil menyetujui deklarasi itu, Tohka tersenyum sambil mengangkat ujung bibirnya.



“Ahh——itu mungkin benar.”



“……Apa?”



Mio merasakan perasaan yang tak terduga saat alisnya bergetar.



Tapi reaksi itu adalah hal yang wajar.



Saat dialihkan oleh serangan beruntun, Yamai bersaudari menyelinap ke belakang Mio, dengan busur panah besar yang mereka bawa.



Ya, serangan terkuat dari Yamai bersaudari <Raphael>.



Sebuah busur dan panah yang terbentuk dari kombinasi <E Re’em> Kaguya dan <El Na’ash> Yuzuru.



Dan namanya adalah——



“——<Raphael>!”



“Setuju. ——<El Kanaph>!”



Kaguya dan Yuzuru memanggil nama itu secara bersamaan saat mereka menembakkan anak panahnya. Panah kerucut besar dengan tekanan angin hebat yang menerbangkan puing-puing disekelilingnya sedang mendekati Mio.



“…………”



Mio menghela napas lembut saat dia mengangkat tangannya untuk pertama kalinya untuk berlindung dari serangan itu.

——Serangan langsung. Gelombang kejut yang sangat kuat yang dikirim oleh anak panah itu membongkar jalanan beraspal seperti mengangkat sebuah karpet. Semua objek yang ada disekitarnya menjadi berhamburan seperti amunisi, terhempas satu sama lain sebelum hancur.



Namun, itu belum cukup untuk menghancurkan pertahanan Mio. Meski berada ditengah topan badai, Mio menghentikan serangan itu bahkan sebelum rambutnya bergetar.



“……Itu adalah serangan kejutan yang brilian. Tapi——”



Tiba-tiba Mio memotong perkataannya tepat setelah itu.



Namun, dia baru sadar.



Serangan beruntun dari Tohka hanyalah pengalihan dari <El Kanaph>nya Yamai bersaudari.



Tapi bahkan <El Kanaph> ini juga agak lemah.



“<Sandalphon>——<Halvanhelev>!!”



Tohka meneriakkan nama itu saat dia mencabut pedang panjang dari bumi dan mengangkatnya ke arah surga.

Benar. Tohka memanggil singgasananya dan menggabungkannya ke pedang <Sandalphon> disaat Mio mengalihkan perhatian dari dirinya.



Tak ada perundingan ataupun sinyal terlebih dulu mereka mempersiapkan perkembangan ini dari mengakumulasikan beberapa latihan khusus.

Namun, Tohka sangat percaya diri.



Bahkan Yamai bersaudari, yang juga telah melewati pertarungan hidup dan mati selama berkali-kali, maka mereka pasti akan mencapai kesimpulan ini.



“Ohhhhhhhhhhhhhh——”



Saat Tohka berteriak sampai sampai tenggorokannya terasa hancur, dia mengayunkan pedang besarnya ke arah Mio.



Langit menjadi retak,

Bumi bergetar,

——Suara retakan dunia.



Kekuatan penghancur yang maha dahsyat meledak di belakang Mio saat dia sedang bertahan melawan panah angin.



Tentu saja, ada dinding kokoh disekitar tubuh Mio. Tidak mungkin bisa melukainya dengan serangan yang setengah-setengah.

Namun, jika dia menerima serangan terkuat dari dua Angel yaitu <Sandalphon> dan <Raphael>, mungkin——!



“Jatuhlah……. ahhhhhhhhh!”



“Tem——bus ! sekarang jatuhlah……!”



“Haaaaaaaaaaaahhhhhhhh!”



Teriakan Kaguya, Yuzuru, dan Tohka menggema bahkan di dalam angin yang mengamuk.



“————Ahhh… ….——”



Beberapa detik kemudian, Tohka, yang menggunakan seluruh kekuatannya di serangan terkahir, terjatuh ke tanah karena kelelahan.



<Halvanhelev> yang hebat hancur berkeping-keping lalu meleleh ke udara, hanya meninggalkan intinya saja yaitu <Sandalphon>.



“U-ugh……”



Seluruh tubuhnya merasakan sakit yang hebat akibat dari serangan itu. Dengan tangan dan kakinya yang gemetaran, Tohka menggunakan <Sandalphon> sebagai penyangga untuk membantu dirinya bangkit. Debu dan pasir tebal yang ada disekitar mereka perlahan mulai menghilang, setelah memperlihatkan kawah besar yang digali ke tanah oleh serangan dua arah dari Tohka dan Yamai bersaudari.



Tapi——sosok Mio tidak ada di sana.



“……!”



Tohka melebarkan matanya karena terkejut saat dia mengecek sekitarnya dengan terburu-buru. Jika musuhnya adalah Wizard biasa, bukan hal yang mustahil jika tidak ada setitik debupun yang tersisa.



Namun, musuhnya adalah Spirit Asal Mula · Takamiya Mio. Tentu saja, serangan itu untuk menghancurkan pelindungnya, tapi Tohka tidak cukup naif untuk berpikir bahwa itu saja sudah cukup untuk menentukan hasil akhirnya.



Apa dia menghindarinya? Atau mungkin, dia bersembunyi setelah pelindungnya hancur akibat rencana Tohka——



Lalu, beberapa saat kemudian.



“…………!”



Tertangkap di sudut pandangannya, Tohka merasa napasnya berhenti. Kemudian setelah itu, dia berteriak.

“Kaguya! Di belakangmu!”



Sekitar 10 meter di belakang Kaguya, Mio berdiri di sana tanpa luka sedikitpun.



“Eh——?”



Mungkin mendengar apa yang Tohka katakan, Kaguya mengangkat alisnya.

Tapi——sudah terlambat.



Saat Kaguya ingin berbalik, sebuah tentacle yang mirip tonjolan dari Astral Dress Mio menembus dada Kaguya.



“Ah————?”



Mata Kaguya melebar dalam ketakutan saat dia melihat ke arah dadanya.

Sebuah pita cahaya tipis dan elastis, sepertinya itu adalah pemanjangan dari pakaiannya.



Kain tipis yang tidak bisa dipercaya itu menembus tubuh Kaguya sebelum memperlihatkan ujungnya ke udara.



Tidak…… mungkin itu tidak cocok disebut sebagai tusukan penembus. Kenyataannya, tidak ada darah yang menetes dari dadanya.



Tapi diujungnya.



Ada sekeping kristal yang memancarkan cahaya oranye terbungkus di pita itu.



“Apa……”


Melihat pemandangan itu, ekspresi Tohka langsung gemetar karena takut.



——Kristal Sephira. Sumber kekuatan seorang Spirit.



Tidak diragukan lagi. Kristal Sephira yang dia dengan dari Kotori dan Miku telah di ekstrak dari tubuh Kaguya.



“…………”



Mio sedikit mengangkat tangannya. Lalu, potongan kain yang menembus Kaguya langsung ditarik kembali ke arah Mio dalam sekejab mata.



Tentu saja, bersama dengan kristal Sephira yang terbungkus di ujungnya.



“Ka…… fu……”



Sekarang setelah bebas dari pita cahaya, napas Kaguya menjadi tidak teratur sebelum jatuh kesamping. Seakan mengikuti sikap itu, Limited Astral Dress yang dia pakai juga menghilang menjadi partikel cahaya.

“……! Kaguya!”



Yuzuru langsung berlari untuk membantu Kaguya sebelum tubuhnya menyentuh tanah.



“Yu——zuru.”



Kaguya samar-samar menggerakan bibirnya saat berada ditangkapan Yuzuru——



Tapi kemudian, seluruh kekuatannya meninggalkan tubuhnya saat tak ada lagi yang bisa dikatakan setelah itu.



“Kaguya……? Kaguya! Ada apa, Kaguya……!”



Yuzuru mulai menggoyangkan bahu Kaguya dengan sedih, tapi tubuh lemahnya tetap tidak menunjukkan respon apapun.



Dengan lembut Yuzuru menempelkan telinganya di dada Kaguya, ——sambil mendengarkan, tidak ada napas yang tersisa sedikitpun.



“Kagu, ya……”



Lalu, sambil melihat Yuzuru, Mio mengumumkannya dengan pelan.

“……Area ini berada di bawah kendali <Ain Soph Aur>. Ini bukanlah tempat yang bisa ditahan oleh orang yang tidak memiliki Reiryoku ataupun Maryoku.”



“————”



Sambil mendengarkan kata-kata itu.



Yuzuru menggoyangkan tubuhnya dengan lambut.



“……!”



Beberapa saat kemudian Tohka menyadari.



Saat Kaguya jatuh ke tanah, Yuzuru menghilang————atau lebih tepatnya, dia bergerak ke arah Mio dengan kecepatan yang tak bisa diikuti mata Tohka.



“Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh————!”



Itu adalah raungan buas yang benar-benar tak bisa dibayangkan dilakukan oleh Yuzuru yang biasa.



Menggunakan angin untuk mengendalikan pendulumnya, Yuzuru mengarahkannya pada Mio.

“……! Jangan lakukan itu Yuzuru! Lari——”



Saat serangannya menjadi lambat, Tohka berteriak.



Namun di saat itu, pita cahaya lain menggulung pendulum itu sebelum menangkap——



“Gu——ah……!?”



Ujungnya masuk ke dalam dada Yuzuru.



“Yuzuru!”



Saat Tohka meneriakkan namanya, Yuzuru menengok ke arah Tohka saat itu juga.



“Ma… af…ma… af, Toh… …ka… …Kagu… …ya... …”



Yuzuru membalas lemah sebelum terjatuh.



Lalu, sama seperti Kaguya tadi, Limited Astral Dress yang menutupi tubuhnya menghilang menjadi partikel cahaya.



“……Now.”

Mio memanipulasi pita cahaya itu, menarik kepingan kristal Sephira yang dia ambil dari Yuzuru.



Kamudian, setelah menumpuknya dengan kepingan yang dia ambil dari Kaguya, dia menyatukan dua kepingan itu menjadi sebuah kristal utuh sebelum menekannya ke dadanya. Dengan cahaya terang, kristal Sephira itu masuk ke dalam tubuh Mio.



Kemudian setelah kristal Sephira itu benar-benar menghilang, salah satu dari 10 bintang yang ada di belakang Mio memancarkan cahaya redup.



“……Jadi sudah dua.”



“——Mio, kau……!”



Tohka menggertakkan giginya saat dia berdiri lagi sambil mengabaikan rasa sakit karena telah menggunakan seluruh kekuatannya dan rasa lelah yang luar biasa.



Sangat tidak diduga dan semudah itukah——Kaguya dan Yuzuru dibunuh.

Pemandangan ini berada diluar akal sehat. Tidak ada luka ditubuh mereka. Dari sudut pandang lain, mereka terlihat seperti sedang tertidur.



Namun, merasakan Reiryoku yang tadi datang dari mereka berdua kini terpancar dari tubuh musuh.

“…………”



Ada rasa marah, sedih, dan putus asa luar biasa yang bercampur aduk di dalam hatinya Tohka. Namun, saat ini perasaan-perasaan itu hanya akan menghalanginya. Tohka menghirup napas dalam untuk menekan nafsu yang membara di hatinya.



Ini bukanlah lawan yang bisa dia kalahkan dengan mengorbankan dirinya ke dalam pertarungan. Saat hasrat membara yang diperlukan untuk memberikan segalanya, yang paling dia butuhkan adalah rasa tenang.



Bukannya melupakan ataupun mengabaikan amarah pada orang yang telah membunuh mereka, dia harus mempertahankan keyakinan itu dalam pikirannya.



Kemudian, Tohka merasa suhu tubuhnya memanas. Ya, itu adalah sensasi saat Astral Dress lengkap dimanifestasikan——



“……Aku tak bisa membiarkannya.”



Namun, setelah mendengarkannya sambil menyipitkan matanya, aliran Reiryoku yang membuat suhu tubuh Tohka meningkat kini perlahan menurun.



“Apa……!”

“……Jika aliran spiritual benar-benar terbalik, maka itu akan memakan waktu lebih untuk menyegelnya kedalam tubuh Shin lagi. Maaf, tapi aku harus menyempitkan jalur spiritualmu untuk sementara.”



Sambil berbicara, Mio mengangkat tangannya secara perlahan.



“……Kau sedikit mengganggu, sebenarnya aku ingin menundanya, tapi——”



Dengan jentikan jarinya, beberapa pita cahaya yang bentuknya mirip leher angsa datang dari Mio.



“……Sudah berakhir.”



Saat Mio menyelesaikan kata itu, pita-pita cahaya itu membungkus Tohka.



“Ku——”



Tohka mengerutkan alisnya saat dia menggunakan <Sandalphon> untuk memotong pita-pita cahaya itu.



Tidak——itu hanyalah usaha untuk memotong pita-pita cahaya.



Pita-pita cahaya, berbanding terbalik dengan tampilannya yang rapuh, kekuatan dan tekadnya luar biasa hebat. Bahkan saat diserang, oleh <Sandalphon>, benda itu hanya berubah arah lalu mendekat lagi.

“——!”



Tohka memutar tubuhnya untuk melepaskan diri dari pita-pita cahaya. Namun, karena serangan mendadak yang dilepaskannya, dia tidak bisa membenarkan sikapnya saat dia gerakannya perlahan melambat.



Bagi Mio, perlambatan sementara itu sudah lebih dari cukup untuk menangkap Tohka dengan mudah. Pita-pita cahaya mendekati dada Tohka dengan cepat.

Tapi.



“Apa……!”



Di saat itu, Mata Tohka melebar.



Tapi itu respon yang wajar. Tiba-tiba, ada tangan yang menarik punggungnya lalu pandangannya menjadi gelap. Bahkan jika itu bukan Tohka, semua orang juga akan membuat respon yang mirip.



Sesaat kemudian, Tohka bisa melihat cahaya lagi.



“Ah……? I-Ini……”



Tohka berkedip saat dia merasakan sensasi yang tidak biasa.

Apa yang terhampar di depannya adalah medan perang sama seperti sebelumnya. Mio ada di depannya, adan <Ain Soph Aur> ada di langit. Di tanah, Kaguya dan Yuzuru masih terbaring.



Namun, posisi semuanya menjadi lebih jauh dari sebelum pandangannya menjadi gelap. Kenyataannya, pita-pita cahaya yang tadi mendekatinya dengan cepat kini berada jauh sekali.



“Mun……apa kau baik-baik saja Tohka?”



Tohka berbalik saat dia mendengar suara yang datang dari belakang.



“! Mukuro!”



Benar. Meski tidak taku kapan dia muncul, Mukuro berdiri disamping Tohka sambil memegang tongkatnya yang seperti kunci.



Lalu, akhirnya dia sadar. Sesaat sebelum Tohka tertusuk oleh pita cahaya, dia ditarik dari dilema itu oleh “lubang” di angkasa yang dibuka oleh Mukuro.



“Apa kau baik-baik saja, Tohka-san……!”



Sesaat kemudian, Origami, Yoshino, dan Mana semuanya turun didepan Tohka.



Sepertinya mereka juga menyadari keanehan yang terjadi dan bergegas kemari.



“——Tohka, Kaguya dan Yuzuru telah.”



Dengan pakaian putih murninya yang masih ternodai oleh darah, Origami berbicara dengan tenang sambil melihat dua orang yang terbaring di lantai.



“…………”



Tohka menggertakkan giginya sebelum mengangguk tanpa suara.



“……Ya.”



Respon Origami sangat sederhana. Kata singkat dan helaan nafas ringan. Tidak ada perubahan yang terlihat dari ekspresinya.



Namun——dia mengerti. Tohka melihat wajah Origami saat dia menggigit bibirnya sendiri.



Tohka, yang sudah mengenal Origami sejak lama, dan pernah juga menyilangkan pedang dengan dirinya, mengetahui adanya amarah yang membara-bara dibalik ekspresi tenangnya.



Tentu saja bukan hanya Origami. Yoshino, Mukuro dan juga Mana, meski reaksi mereka tidaklah sama, mereka menatap musuh mereka dengan tatapan permusuhan.



“Jadi ini Spirit Asal Mula. Hmm, atmosfer tidak mengenakkan itu benar-benar menjijikkan.”



Mana berbicara sambil menatap Mio.



“……Ah, lama tak berjumpa, Mana.”



“……Apa yang kau katakan?”



Mana memberikan tatapan bingung sebagai jawabannya. Namun, Mio melanjutkannya tanpa mempedulikannya.



“……Saat ini aku ingin mengumpulkan kristal Sephira. Kau tidak perlu mati. Kau harus pergi agak jauh dari sini.”



Mio berbicara seakan menyuruh Mana untuk pergi.



Tapi tentu saja Mana tidak mempedulikannya. Malahan perhatiannya terfokus pada musuhnya saat dia menegangkan ekspresi wajahnya.



Seakan sudah menduga reaksi itu, Mio menghela nafas ringan.

“Dirinya yang blak-blakan itu tidak berubah sedikitpun. ——Mau bagaimana lagi. Shin akan segera kembali jika aku terlalu lembut. Aku akan menyelesaikannya dengan cepat.”



Saat Mio mengatakannya——dia mengangkat tangannya ke udara, seakan memberi isyarat pada <Ain Soph Aur>.



“Ayo——cepatlah……”



Sambil memanipulasi angin di sekitar tubuhnya, Shidou bergerak dengan kecepatan yang luar biasa melewati gunungan puing.



Di atas sana, <Ratatoskr> masih bertarung melawan kapal udara dan para Wizard dari DEM. Meskipun dia mencoba menekan keberadaannya sebanyak mungkin; karena dia masih ada di tanah, terkadang ada bom yang jatuh lalu meledak di sekitar jalan yang dia lewati.



Karena dia sudah pernah menggunakan <Michael> untuk membuka pintu shelter pengungsian, mungkin dia bisa memperpendek jaraknya lebih cepat. Faktanya, sebelum disegel, Mukuro menggunakan lubang yang dibuka di angkasa untuk bergerak kemanapun dengan cepat.



Namun, ini juga memiliki resiko kegagalan yang tinggi. Shidou baru sebentar menyegel Reiryoku milik Mukuro. Dia belum berpengalaman menggunakan <Michael> untuk bepergian jarak jauh, jadi dia tidak yakin bisa menangkap lokasi yang tepat sebagai pintu keluarnya.



Jika pintu keluarnya malah membawanya ke lokasi yang lebih jauh, itu akan menghabiskan lebih banyak waktu. Ini adalah balapan melawan waktu, itu akan membawa kesalahan yang fatal.



Oleh karena itu——Shidou memilih menggunakan <Raphael>.



Meskipun jarak dari shelter dan tempat itu masihlah jauh, jarak itu masih dapat dicapai dengan jalan kaki.



Angel tercepat yang bisa memanipulasi angin, bagi Shidou yang bergegas menyusuri permukaan tanah menggunakan kekuatan itu, ini bukanlah jarak yang jauh.



“……!?”



Di saat itu.



Sambil terus bergegas menuju ke tempat Tohka dan yang lainnya, Shidou mengerutkan alisnya saat ada perasaan tidak mengenakkan yang menyerang tubuhnya. Di saat itu, konsentrasinya menjadi ragu dan kecepatannya menurun.



“Apa yang terjadi…… ada apa ini……”

Dengan tekanan yang tertera di wajahnya, Shidou menekan dadanya saat dia membenarkan napasnya.



Ini bukan karena peluru nyasar yang mengenainya ataupun stress karena menggunakan Angel secara berlebihan. Kenyataannya, tidak ada yang tidak wajar di tubuhnya.



Tapi yang pasti ada sesuatu yang terjadi. Ya, baru saja angin <Raphael> bergetar sesaat.



“Kaguya……Yuzuru……?”



Shidou merasa tenggorokannya mengencang karena firasat yang tidak mengenakkan. Shidou menahan nafasnya sebelum menghentakkan tanah dengan kakinya untuk melesat sekali lagi.



Tapi——di saat itu.



Seakan ingin menghalangi jalannya, sebuah ledakan terjadi di depannya.



“……!?”



Di saat itu, dia berpikir itu adalah peluru nyasar lainnya——tapi bukan itu. Ini adalah serangan yang sengaja diarahkan pada Shidou.

Apalagi, Shidou bisa melihatnya dengan jelas. Sebelum ledakan itu terjadi, ada beberapa lembaran kertas yang terbang dari atas.



“——<Nibelcol>……!”



Shidou meneriakkan nama itu saat dia mengambil sikap pertahanan.

Lalu, dari beberapa lembaran kertas yang bertebaran dari asap itu, muncul beberapa gadis dengan penampilan yang sama.



“Ketemu kau, Itsuka Shidou.”



“Benarkah kau memilih untuk kembali ke sini?”



Meskipun baru saja bercanda, <Nibelcol> menatap Shidou dengan hasrat membunuh.

Namun, itu sudah bisa diduga. Bagaimanapun juga, jumlah <Nibelcol> sudah banyak dikurangi oleh badai ciuman dari Shidou.



“Ku……”



Shidou mengertakkan giginya karena sebal. Dia harus kembali ke tempat Tohka dan yang lainnya secepat mungkin. Tapi sungguh waktu yang buruk, dia bertemu musuh yang paling tidak dia inginkan.



Namun, akan menjadi langkah yang buruk jika musuh menyadari hal ini. Shidou mengendurkan ekspresinya saat dia tersenyum pada <Nibelcol>.



“——Apa kalian memang sangat ingin menemui diriku, Koneko-chan?”



“Hiii——”



Mendengar perkataan Shidou, <Nibelcol> menjerit ketakutan. ……Sudah bisa diduga, kata-kata itu mendarat ditargetnya dan membuat <Nibelcol> bereaksi malu-malu seperti gadis sekolah. ……Tapi melihat reaksi yang keras ini secara langsung membuat Shidou sedikit terkejut.



Meskipun mendominasi musuh dengan kata-kata itu selera yang buruk, sekarang yang paling penting adalah membuat <Nibelcol> lari ketakutan.



“——Tenanglah <Nibelcol>.”



Namun, disaat itu.



Terdengar sebuah suara yang mengganggu pikirkan Shidou.



“Apa……”



Shidou hanya bisa mengerutkan alisnya. ——Suara itu terdengar familiar.

Dia pernah mendengarnya sekali di bulan September di kantor DEM cabang jepang.



Dia mendengar suara itu lagi di bulan Januari saat berada di markas rahasia <Ratatoskr>.



Seakan ingin mengkonfirmasi firasatnya, seorang pria muncul dari bayangan puing-puing.



Rambut abu-abu gelap dan mata berwarna abu-abu metalik, ada atmosfer mengancam yang aneh datang dari dirinya yang sangat berbeda dengan saat menghadapi Spirit ataupun Wizard.



Ya, dia adalah direktur eksekutif DEM Industries dan titip pembuka dari peperangan ini.



Orang pertama yang memulai konflik dengan Spirit.



“Jadi sekarang, Itsuka Shidou. Mari tentukan di sini. ——Tentukan siapa yang lebih pantas mendapatkan kekuatan para Spirit.”



Isaac Westcott membentangkan tangannya saat dia berbicara.


Facebook Twitter Google+